"Badai pasti berlalu, asal kapal tidak menabrak karang."
Dalam konteks pemerintahan:
- Badai adalah tantangan eksternal: krisis global, inflasi, perubahan kebijakan pusat.
- Kapal adalah Pemerintah Kota Bandung dengan 154 pejabat sebagai nahkodanya.
- Karang adalah: korupsi, ego sektoral, ketidakmampuan beradaptasi, dan pengabaian terhadap kelompok rentan.
Pesan Farhan implisit namun tajam: pejabat baru tidak boleh menjadi bagian dari "karang" yang menenggelamkan kapal sendiri. Mereka justru harus menjadi navigator yang membaca peta, menghindari rintangan, dan memastikan kapal sampai ke tujuan.
Sinergi, Netralitas, dan Integritas: Tiga Pilar Kepemimpinan Baru
Farhan menutup sambutannya dengan tiga penekanan yang menjadi prasyarat keberhasilan kolektif:
1. Sinergi Antar Perangkat Daerah
Tidak boleh ada lagi "ego sektoral." Program BRT, misalnya, harus dikerjakan bersama oleh Dishub, Disdagin, Diskop UKM, dan Dinas Pariwisata, bukan berjalan sendiri-sendiri.
2. Netralitas Politik
Di tahun politik—dengan Pilkada dan Pemilu yang masih membekas—Farhan mengingatkan bahwa ASN adalah abdi negara, bukan abdi kelompok atau kandidat. Netralitas adalah harga mati.
3. Integritas Personal
"Integritas adalah wajah kita di mata masyarakat," ujar Farhan seperti dikutip dalam pelantikan sebelumnya. Tanpa integritas, kompetensi hanya akan menghasilkan penjahat berdasi yang lebih canggih.