Kamis, 4 Juni 2026

Farhan Targetkan Pertumbuhan 8 Persen, 154 Pejabat Diminta Jaga Pemerataan

Photo Author
Admin Locus, Locusonline.co
- Jumat, 13 Februari 2026 | 09:29 WIB



IndikatorCapaianMakna di Balik Angka
Rasio Ketimpangan (Gini Ratio)Turun dari 0,44 ke 0,42Kemajuan, tapi belum cukup
Target 20290,36Setara rata-rata nasional
Fenomena SosialWarga turun desil (3 ke 2, 2 ke 1)Yang miskin makin miskin
Kesenjangan EkstremYang kaya makin kayaKetimpangan vertikal melebar




"Yang miskin semakin miskin, yang kaya semakin kaya. Ini yang harus kita jawab dengan kebijakan yang adil, " ujar Farhan.





Pernyataan ini penting karena menggeser fokus kebijakan dari sekadar "mengejar pertumbuhan" menjadi "mendistribusikan kesejahteraan." Target 8 persen tidak akan berarti jika hanya dinikmati segelintir orang.





Ujian Pertama: BRT dan Mitigasi Ekonomi bagi Pelaku Usaha





Pejabat baru tidak diberi waktu transisi yang panjang. Ujian pertama sudah menanti: pembangunan Bus Rapid Transit (BRT) yang akan melintasi koridor utama Bandung.





Farhan menegaskan bahwa BRT bukan sekadar proyek transportasi. Ini adalah intervensi besar yang akan mengubah peta ekonomi kota. Koridor seperti Jalan Ahmad Yani, Asia Afrika, Sudirman, hingga Pasar Baru adalah urat nadi perdagangan. Ribuan pelaku usaha—formal dan informal—akan terdampak, baik secara positif maupun negatif.





"Kehadiran Pejabat Fungsional Pembina Industri memiliki peran strategis dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembinaan industri, termasuk mitigasi dampak kebijakan transportasi terhadap sektor perdagangan, " jelas Farhan.





Tugas konkret yang menanti:





TahapanTugas Pejabat Terkait
PerencanaanMemetakan pelaku usaha terdampak, menghitung potensi penurunan omzet
PelaksanaanMerancang program kompensasi, relokasi, atau pelatihan ulang
EvaluasiMengukur efektivitas mitigasi, memastikan tidak ada yang bangkrut
IntegrasiMenghubungkan kebijakan transportasi dengan program UMKM dan pariwisata




Dedi Priyadi Nugraha, yang baru dilantik sebagai Pejabat Fungsional Pembina Industri Ahli Madya, kini berada di garis terdepan. Ia harus memastikan bahwa modernitas transportasi tidak meruntuhkan usaha kecil yang telah menjadi denyut nadi ekonomi warga.





Filosofi "Kapal" dan "Karang": Navigasi di Tengah Ketidakpastian





Metafora Farhan patut direnungkan:

Halaman:

Editor: Admin Locus

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X