| Indikator | Capaian | Makna di Balik Angka |
|---|---|---|
| Rasio Ketimpangan (Gini Ratio) | Turun dari 0,44 ke 0,42 | Kemajuan, tapi belum cukup |
| Target 2029 | 0,36 | Setara rata-rata nasional |
| Fenomena Sosial | Warga turun desil (3 ke 2, 2 ke 1) | Yang miskin makin miskin |
| Kesenjangan Ekstrem | Yang kaya makin kaya | Ketimpangan vertikal melebar |
"Yang miskin semakin miskin, yang kaya semakin kaya. Ini yang harus kita jawab dengan kebijakan yang adil, " ujar Farhan.
Pernyataan ini penting karena menggeser fokus kebijakan dari sekadar "mengejar pertumbuhan" menjadi "mendistribusikan kesejahteraan." Target 8 persen tidak akan berarti jika hanya dinikmati segelintir orang.
Ujian Pertama: BRT dan Mitigasi Ekonomi bagi Pelaku Usaha
Pejabat baru tidak diberi waktu transisi yang panjang. Ujian pertama sudah menanti: pembangunan Bus Rapid Transit (BRT) yang akan melintasi koridor utama Bandung.
Farhan menegaskan bahwa BRT bukan sekadar proyek transportasi. Ini adalah intervensi besar yang akan mengubah peta ekonomi kota. Koridor seperti Jalan Ahmad Yani, Asia Afrika, Sudirman, hingga Pasar Baru adalah urat nadi perdagangan. Ribuan pelaku usaha—formal dan informal—akan terdampak, baik secara positif maupun negatif.
"Kehadiran Pejabat Fungsional Pembina Industri memiliki peran strategis dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembinaan industri, termasuk mitigasi dampak kebijakan transportasi terhadap sektor perdagangan, " jelas Farhan.
Tugas konkret yang menanti:
| Tahapan | Tugas Pejabat Terkait |
|---|---|
| Perencanaan | Memetakan pelaku usaha terdampak, menghitung potensi penurunan omzet |
| Pelaksanaan | Merancang program kompensasi, relokasi, atau pelatihan ulang |
| Evaluasi | Mengukur efektivitas mitigasi, memastikan tidak ada yang bangkrut |
| Integrasi | Menghubungkan kebijakan transportasi dengan program UMKM dan pariwisata |
Dedi Priyadi Nugraha, yang baru dilantik sebagai Pejabat Fungsional Pembina Industri Ahli Madya, kini berada di garis terdepan. Ia harus memastikan bahwa modernitas transportasi tidak meruntuhkan usaha kecil yang telah menjadi denyut nadi ekonomi warga.
Filosofi "Kapal" dan "Karang": Navigasi di Tengah Ketidakpastian
Metafora Farhan patut direnungkan: