ragam

Farhan Targetkan Pertumbuhan 8 Persen, 154 Pejabat Diminta Jaga Pemerataan

Jumat, 13 Februari 2026 | 09:29 WIB



Target 8 Persen antara Ambisi dan Realitas





Target pertumbuhan 8 persen secara nasional adalah agenda ambisius yang membutuhkan kontribusi signifikan dari kota-kota besar seperti Bandung. Namun, beberapa catatan kritis perlu diajukan:





A. Faktor Pendukung






  • Momentum pemulihan pascapandemi yang sudah menunjukkan tren positif.




  • Infrastruktur transportasi (BRT, bandara, jalan layang) yang mulai terintegrasi.




  • Ekosistem kreatif yang sudah diakui secara nasional dan internasional.




  • Kepemimpinan yang stabil dengan visi yang jelas.





B. Faktor Penghambat






  • Kesenjangan sosial yang justru melebar di tengah pertumbuhan.




  • Beban fiskal daerah yang masih terkonsentrasi pada belanja rutin.




  • Ketergantungan pada sektor pariwisata yang rentan terhadap guncangan.




  • Regulasi pusat yang membatasi ruang gerak daerah (misal: pembatasan penerbangan di Bandara Husein).





C. Prasyarat Kunci






  1. BRT harus menjadi solusi, bukan masalah baru bagi pelaku usaha kecil.




  2. Pariwisata harus tumbuh inklusif, bukan hanya menguntungkan korporasi besar.




  3. Investasi harus masuk ke sektor produktif, bukan hanya properti.




  4. Data kemiskinan harus akurat agar bantuan tepat sasaran.





154 Pejabat, Satu Kapal, Satu Tujuan





Pelantikan 154 pejabat ini bukan sekadar rotasi administrasi. Ini adalah penugasan perang. Musuhnya bukan koruptor atau politisi lawan, tetapi ketimpangan, inefisiensi, dan status quo yang mapan.





Farhan telah memetakan medan tempur:






  • Medan pertama: Pertumbuhan ekonomi 8 persen. Target jelas, strategi harus disusun.




  • Medan kedua: Kesenjangan sosial. Lawan abstrak, tapi korban nyata.




  • Medan ketiga: Integritas birokrasi. Ini adalah pertempuran internal paling berat.





Para pejabat baru kini memiliki pilihan:






  • Menjadi penumpang biasa yang ikut naik kapal, menikmati perjalanan, lalu turun tanpa jejak.




  • Menjadi nahkoda sejati yang memegang kemudi, membaca peta, menghindari karang, dan membawa seluruh awak serta penumpang ke tujuan.





Farhan telah memilih jalannya sendiri: memimpin dari depan, berbicara jujur, dan berani mengakui kesalahan masa lalu. Kini, 154 pejabat baru harus membuktikan apakah mereka layak disebut sebagai "kapal" atau justru menjadi "karang" yang diam-diam menunggu tabrakan. (**)





Badai pasti berlalu. Yang menentukan adalah bagaimana kita berlayar.










? Catatan Redaksi:
Artikel ini disusun berdasarkan pidato sambutan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan dalam acara Pelantikan Pejabat Administrator, Pengawas, dan Fungsional di Lingkungan Pemerintah Kota Bandung pada 12 Februari 2026. Data makroekonomi merujuk pada publikasi Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat dan proyeksi target nasional RPJMN 2025-2029.


Halaman:

Tags

Terkini