ragam

Satu Tahun Bandung Utama, Farhan Fokus Infrastruktur, UMKM, dan Lapangan Kerja

Sabtu, 21 Februari 2026 | 05:33 WIB


[Locusonline.co] BANDUNG – Satu tahun sudah Muhammad Farhan memimpin Kota Bandung dengan visi Bandung Utama (Unggul, Terbuka, Amanah, Maju, Agamis) . Tahun pertama menjadi fase krusial dalam menata fondasi pembangunan—membenahi tata kelola, menguatkan data kewilayahan, dan mempercepat intervensi berbasis kebutuhan riil warga. Kini, memasuki tahun kedua, arah kebijakan bergeser pada penguatan dan perluasan dampak.





"Kota Bandung terus bergerak, dari perencanaan menuju pelaksanaan, dari kebijakan menuju aksi nyata. Setiap langkah pembangunan kami dasarkan pada data, agar kebijakan yang diambil benar-benar menjawab kondisi riil kota," ujar Farhan.





Tantangan Awal: Inflasi, PJU Rusak, hingga Septic Tank





Pada awal masa kepemimpinan, Kota Bandung dihadapkan pada sejumlah tantangan mendasar yang membutuhkan penanganan cepat dan sistematis:





IndikatorKondisi AwalTantangan
Inflasi2,69%Tekanan daya beli masyarakat
Penerangan Jalan Umum18.000+ titik rusakGangguan keamanan dan kenyamanan
Pengangguran112.000 wargaBeban sosial dan ekonomi
Septic Tank27,2% rumah tangga belum berstandarRisiko sanitasi dan lingkungan
Sampah & SanitasiIsu strategisPerlu penanganan sistematis




LACI RW: Fondasi Kebijakan Berbasis Data





Menjawab kondisi tersebut, Pemkot Bandung membangun fondasi kebijakan berbasis data melalui program Layanan Catatan Informasi RW (LACI RW). Survei menjangkau hampir 9.900 RT di seluruh kota, menjadikan RT dan RW sebagai sumber informasi utama. Data sosial, infrastruktur, lingkungan, hingga kerentanan warga dihimpun sebagai dasar penyusunan kebijakan yang lebih presisi.





Kerangka pembangunan disusun berbasis data makro dan mikro, dengan lima indikator utama: sosial dan demografi, infrastruktur, lingkungan dan kesehatan, ekonomi, serta kelembagaan.


Halaman:

Tags

Terkini