Memasuki tahun kedua, Farhan menegaskan bahwa fokus utama adalah memperluas dampak pembangunan melalui tiga pilar kebijakan strategis.
Pilar 1: Pembangunan Infrastruktur Strategis
Target yang dibidik:
| Indikator | Target 2026 |
|---|---|
| ODF (Open Defecation Free) dan akses air aman | 100% |
| Kawasan kumuh (slum area) | Zero |
| Reduksi titik genangan | 40% |
| Kemantapan jalan | 95% |
Infrastruktur juga dirancang sebagai stimulus ekonomi melalui skema padat karya dan penguatan rantai pasok lokal, sehingga pembangunan fisik berdampak langsung pada penyerapan tenaga kerja dan perputaran uang di tingkat warga.
Pilar 2: Pemberdayaan Masyarakat untuk Kemandirian Ekonomi
Fokus utama adalah menciptakan kemandirian ekonomi dan menekan ketimpangan (gini ratio). Strategi yang dijalankan meliputi:
- Transformasi UMKM melalui digitalisasi, akses permodalan, dan pendampingan usaha
- Penguatan ekosistem pariwisata berbasis event dan kreativitas lokal
- Inklusivitas ekonomi bagi kelompok rentan dan penyandang disabilitas
Targetnya, pertumbuhan ekonomi tidak hanya tinggi, tetapi juga lebih merata dan berkelanjutan.