ragam

Target Ambisius Bandung Atasi Sampah, Kejar Pengolahan 500 Ton per Hari

Selasa, 24 Februari 2026 | 07:07 WIB




Konsep ini membentuk rantai ekonomi sirkular yang ideal:






  • Sampah organik diolah menjadi kompos




  • Kompos dimanfaatkan untuk urban farming




  • Hasil panen mendukung dapur sehat




  • Sisa dapur kembali diolah di fasilitas pengelolaan sampah berbasis masyarakat





"Ini strategi utama kami tahun ini. Sampah harus selesai dari hulunya," kata Farhan.





Inovasi Teknologi: Bioaktivator Percepat Pengomposan





Inovasi teknologi juga mulai diterapkan, salah satunya penggunaan bioaktivator di TPS 3R4 Rakomala. Bioaktivator merupakan cairan hasil fermentasi mikroorganisme pengurai yang mampu mempercepat dekomposisi sampah organik menjadi kompos.





Manfaat bioaktivator:






  • Mempercepat proses pengomposan secara signifikan




  • Mengurangi bau tidak sedap di sekitar TPS




  • Menekan populasi lalat yang kerap mengganggu





"Kalau ada bau, langsung disemprot dan baunya hilang. Lalat pun berkurang. Ini masih tahap percobaan, mudah-mudahan ke depan hasilnya lebih baik," jelas Farhan.





Keunggulan bioaktivator ini adalah kemudahannya untuk diproduksi secara mandiri oleh warga tanpa proses manufaktur rumit. Dengan demikian, masyarakat didorong belajar mengelola sampah secara mandiri dan berkelanjutan.





Target Akhir Semester: 500 Ton Tertangani





Pemkot Bandung menargetkan seluruh 500 ton sampah yang harus dikelola di dalam kota dapat tertangani sepenuhnya paling lambat akhir semester pertama tahun 2026.


Halaman:

Tags

Terkini