Meski penegakan hukum tetap akan diterapkan – terutama terhadap pelaku pembuangan sampah lintas wilayah dan pengelola kawasan yang tidak menerapkan zero waste management – pendekatan utama tetap berbasis partisipasi warga.
"Karena sampah yang ada di Kota Bandung berasal dari kita sendiri, maka kita yang harus bertanggung jawab," tegas Farhan.
Data dan Fakta Pengelolaan Sampah Bandung
| Indikator | Angka | Keterangan |
|---|---|---|
| Produksi sampah harian | 1.500 ton | Total timbulan sampah warga Bandung |
| Kapasitas TPA Sari Mukti | 981 ton/hari | Pembatasan dari pemerintah |
| Sampah harus diolah di kota | 500 ton/hari | Selisih produksi dengan kapasitas TPA |
| Kapasitas pengolahan saat ini | 300 ton/hari | Masih kurang 200 ton |
| RW dengan sistem pengolahan mandiri | 500 RW | Sekitar 30% dari total RW |
| Kontribusi pengolahan RW | <40 ton/hari | Jauh dari target 500 ton |
| Program unggulan | Gaslah, Kang Pisman, Buruan Sae, Dashat | Integrasi ekonomi sirkular |
| Inovasi teknologi | Bioaktivator | Percepat pengomposan, kurangi bau |
Target pengolahan 500 ton sampah per hari bukan sekadar angka. Ini adalah misi penyelamatan kota dari krisis sampah. Dengan kombinasi regulasi, infrastruktur, inovasi teknologi, dan yang terpenting partisipasi aktif warga, Bandung optimistis dapat mewujudkan pengelolaan sampah mandiri yang berkelanjutan. (**)