ragam

Rupiah Dibuka Melemah ke Rp16.836 di Tengah Eskalasi Konflik Timur Tengah

Senin, 2 Maret 2026 | 13:13 WIB


[Locusonline.co] JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada perdagangan Senin (2/3/2026) seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah melemah 49 poin atau 0,29 persen ke level Rp16.836 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di Rp16.787.





Pelemahan rupiah terjadi di tengah eskalasi konflik antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran yang memanas sepanjang akhir pekan. Serangan militer gabungan AS dan Israel ke wilayah Iran serta serangan balasan Iran telah mendorong sentimen risk-off di pasar keuangan global, mendorong investor berbondong-bondong beralih ke aset safe haven seperti dolar AS .





Pergerakan Mata Uang Asia dan Eropa





Pada perdagangan pagi ini, pergerakan mata uang kawasan Asia terpantau didominasi pelemahan terhadap dolar AS:





Mata UangPergerakan
Yen Jepang (JPY)Melemah 0,18%
Dolar Hongkong (HKD)Menguat 0,01%
Dolar Singapura (SGD)Melemah 0,17%
Dolar Taiwan (TWD)Melemah 0,26%
Won Korea (KRW)Melemah 0,8%
Peso Filipina (PHP)Melemah 0,6%
Rupee India (INR)Melemah 0,07%
Yuan China (CNY)Melemah 0,11%
Ringgit Malaysia (MYR)Melemah 0,29%
Baht Thailand (THB)Melemah 0,45%




Sementara itu, mata uang utama Eropa bergerak cenderung menguat terhadap dolar AS:






  • Euro (EUR): menguat 0,25%




  • Pound Sterling (GBP): menguat 0,3%




  • Franc Swiss (CHF): menguat 0,04%




  • Krona Swedia (SEK): melemah 0,36%




  • Krona Denmark (DKK): melemah 0,25%





Analisis: Tekanan Geopolitik dan Dampaknya





Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro menilai eskalasi serangan AS–Israel terhadap Iran sepanjang akhir pekan meningkatkan risiko konflik regional yang lebih luas serta potensi gangguan pasokan minyak global .






"Setelah serangan militer dilancarkan ke Iran dan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Iran membalas dengan serangan rudal dan drone ke pangkalan militer, sehingga meningkatkan risiko eskalasi konflik yang lebih besar," kata Andry, Senin (2/3/2026) .






Lebih lanjut, Iran juga menutup Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui sekitar 30 persen perdagangan minyak dunia. Langkah ini mendorong harga minyak Brent naik ke USD78,3 per barel dari sebelumnya USD72,8. Pada saat yang sama, indeks dolar AS (DXY) menguat ke level 98,0 .


Halaman:

Tags

Terkini