Proyeksi Pergerakan Rupiah
Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong memproyeksikan rupiah pada hari ini bakal bergerak melemah imbas dari perang antara Iran dan AS. Rupiah diprediksi melemah di kisaran Rp16.750–Rp16.900 per dolar AS .
Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp16.785–Rp17.002 per dolar AS hari ini, seiring meningkatnya volatilitas pasar global .
Dampak pada Pasar Saham
Tekanan juga terlihat di pasar saham. IHSG dibuka melemah 1,97 persen ke level 8.073 pada awal perdagangan, dengan 575 saham terkoreksi . Analis memprediksi tekanan akan berlanjut seiring arus keluar dana asing dan volatilitas rupiah .
Kiwoom Sekuritas menyarankan investor untuk mengurangi eksposur di aset berisiko dan bersikap wait and see untuk sementara waktu. Meskipun demikian, saham-saham berbasis komoditas seperti energi dan emas berpotensi mencetak kinerja positif di tengah kenaikan harga komoditas global .
Pelemahan rupiah ke level Rp16.836 per dolar AS pada awal perdagangan hari ini mencerminkan tingginya sensitivitas pasar keuangan Indonesia terhadap eskalasi konflik di Timur Tengah. Dengan Iran yang menutup Selat Hormuz dan meningkatkan serangan balasan, harga minyak dunia berpotensi terus melonjak, memberikan tekanan berlapis pada rupiah, APBN, dan perekonomian nasional.
Bank Indonesia telah menyatakan kesiapannya untuk melakukan intervensi guna menjaga stabilitas nilai tukar. Namun, durasi dan intensitas konflik akan menjadi faktor penutama seberapa dalam dampak yang harus ditanggung perekonomian Indonesia ke depan. (**)