Saksi Mata: Luka Tusuk dan Hantaman Benda Tumpul
Fajar, sopir ambulans yang mengevakuasi korban, menjadi saksi kunci. Ia melihat langsung luka-luka korban. "Suami dan istri terluka, pertama dibawa masih hidup, tapi kemudian yang laki-laki meninggal," tuturnya .
Kakak kandung korban, Dalsaf Usman, yang datang ke RS Polri Kramat Jati, menambahkan bahwa luka di pelipis mata adiknya diduga akibat tusukan, sementara luka di kepala belakang akibat hantaman benda tumpul .
Keluarga: Ini Pembunuhan Berencana, Bukan Perampokan
Dalsaf dengan tegas membantah klaim perampokan. Menurutnya, tidak ada tanda-tanda kemalingan di rumah adiknya. "Enggak ada barang yang hilang. Pagar, pintu masuk, hingga pintu belakang masih dalam kondisi terkunci. Plafon kamar pun tidak ada tanda dijebol," ujarnya .
Ia menduga ada skenario lebih besar di balik kematian adiknya, terlebih dikaitkan dengan aktivitas Ermanto sebagai aktivis yang tengah gencar membongkar kasus dugaan korupsi di sektor pelabuhan. "Jadi kami minta polisi juga mendalami itu," kata Dalsaf .
Sekretaris Jenderal Serikat Pekerja JITC, Mokhamad Firmansyah Sukardiman, membenarkan bahwa Ermanto adalah mantan aktivis serikat pekerja yang tetap aktif mengawal isu ketenagakerjaan dan tata kelola pelabuhan hingga akhir hayatnya .
Dukungan Tokoh Nasional: Said Didu Minta Kasus Dibongkar
Kepergian Ermanto menuai perhatian nasional. Mantan Menteri BUMN, Said Didu, melalui akun X pribadinya mengucapkan belasungkawa sekaligus mendesak pengusutan tuntas.
"Innalillahi wa Inna ilaihi rojiun. Aktivis Ermanto Usman ditemukan tewas dengan bunuh di rumahnya. Almarhum membongkar kasus korupsi di Pelabuhan Tanjung Priok di Channel YouTube Madilog dan Uncercood. Kasus ini harus dibongkar," tulis Said Didu .
Tabel Fakta dan Kejanggalan Kasus
| Aspek | Keterangan |
|---|---|
| Korban | Ermanto Usman (65) meninggal, Pasmilawati (60) kritis |
| Lokasi | Perumahan Prima Lingkar Asri, Jatibening, Bekasi |
| Waktu | Senin, 2 Maret 2026, dini hari (sekitar pukul 04.15 WIB) |
| Identitas korban | Pensiunan JICT, Ketua Paguyuban Pensiunan JICT, aktivis antikorupsi pelabuhan |
| Aktivitas terakhir | Vokal mengkritik kerja sama JICT-Hutchison, membongkar dugaan korupsi Rp4,08 triliun |
| Luka korban | Luka tusuk di pelipis, luka hantaman benda tumpul di kepala |
| Barang hilang versi polisi | Dua kunci mobil, gelang emas |
| Kejanggalan | Lantai dua steril, dokumen penting aman, ibu masih pakai kalung, kunci mobil diambil tapi mobil tidak |
| Dugaan keluarga | Pembunuhan berencana terkait aktivitas aktivis korban |
| Dugaan polisi | Perampokan (masih dalam penyelidikan) |
| Tim penyidik | Resmob dan Jatanras Polda Metro Jaya |
Keluarga kini hanya bisa berdoa dan berharap aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus ini, tidak berhenti pada dugaan perampokan biasa. Terlebih, aktivitas Ermanto sebagai "pejuang pelabuhan" yang vokal membongkar korupsi memberikan dimensi lain yang tak bisa diabaikan.