Namun, polisi mengakui minimnya petunjuk di lapangan. Tidak ada CCTV di dalam rumah korban, dan CCTV di sekitar lokasi tidak cukup jelas menunjukkan pergerakan pelaku . Tim Reserse Mobile dan Subdit Jatanras Polda Metro Jaya pun dikerahkan untuk memburu pelaku .
Dari hasil olah TKP, pelaku diduga masuk dengan memanjat tembok lahan kosong, lalu memanjat pagar dan masuk melalui jendela depan . Anjing pelacak sempat mengendus jejak hingga ke jalan Kalimalang, tetapi jejak terputus di tempat penampungan rongsokan sekitar 30 meter dari rumah korban .
Kronologi Mencekam: Subuh Kelam di Jatibening
Peristiwa ini baru terungkap saat Dinda, putri bungsu korban, terbangun untuk sahur. Biasanya ia dibangunkan ibunya, namun kali itu tidak ada panggilan. Hingga alarm pukul 04.15 WIB berbunyi, ia mulai curiga .
Dinda turun ke lantai satu, tetapi pintu kamar orang tuanya tidak bisa dibuka—gagangnya telah dirusak. Dari dalam terdengar suara seperti orang mendengkur, yang kemudian diduga sebagai suara rintihan . Ia pun meminta pertolongan tetangga.
Warga yang baru selesai salat Subuh berdatangan. Karena pintu terkunci, mereka terpaksa memecahkan kaca jendela untuk masuk .
Di dalam kamar, pemandangan mengerikan terhampar. Ermanto tergeletak di atas kasur dengan luka tusuk menganga di pelipis kanan dekat mata, serta luka di kepala akibat hantaman benda tumpul . Darah bercucuran dari mulut dan hidung.
Pasmilawati ditemukan tergeletak di lantai dengan bibir sobek dan luka di kepala. Keduanya sempat dilarikan ke RS Primaya Bekasi menggunakan ambulans, namun Ermanto dinyatakan meninggal dalam perjalanan .