- Iman Rachman, Direktur Utama BEI, mengundurkan diri pada 30 Januari.
- Mahendra Siregar, Ketua Dewan Komisioner OJK, ikut mundur.
- Inarno Djajadi, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK.
- Aditya Jayaantara, Deputi Komisioner Pengawas Emiten OJK.
Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab moral atas gejolak yang terjadi.
2. Moody's Pangkas Outlook Jadi Negatif, Rupiah dan Obligasi Ikut Tertekan
IHSG kembali diuji pada 5 Februari 2026 saat lembaga pemeringkat internasional Moody's Investor Service memangkas outlook peringkat kredit Indonesia dari stabil menjadi negatif .
Dampaknya langsung terasa:
- IHSG anjlok 2,83 persen ke level 7.874,41 pada sesi I.
- Nilai tukar rupiah melemah 44 poin (0,26 persen) menjadi Rp16.886 per dolar AS , setelah sebelumnya sempat menguat.
- Imbal hasil (yield) obligasi pemerintah 10 tahun melonjak 11 basis poin ke level tertinggi dalam empat bulan.
- Biaya asuransi utang (CDS) Indonesia naik 4,3 basis poin, menjadi kenaikan terbesar di Asia .
"Saya memperkirakan para pembuat kebijakan Indonesia akan peka terhadap persepsi asing mengenai situasi domestik dan bereaksi sesuai dengan itu," kata Rajeev De Mello, manajer portofolio makro global di Gama Asset Management SA .
3. Perang AS-Iran Memanas, Harga Minyak dan Emas Meroket
Memanasnya konflik di Timur Tengah kian menambah beban sentimen negatif terhadap IHSG. Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan besar-besaran ke Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026 . Iran membalas dan menutup Selat Hormuz, jalur vital perdagangan energi dunia .
Dampaknya langsung terasa di pasar keuangan global dan domestik:
- IHSG ditutup anjlok 2,66 persen ke level 8.016 pada perdagangan Senin (2/3) .
- Harga minyak mentah dunia melonjak 10 persen.
- Harga emas global mendekati USD 6.000 per troy ounce .
- Harga minyak kedelai menembus rekor baru.
Ketidakpastian geopolitik memicu aksi risk-off besar-besaran, di mana investor menarik dana dari aset berisiko di negara berkembang (termasuk Indonesia) dan beralih ke aset safe haven seperti dolar AS dan emas.
4. Fitch Ratings Susul Moody's, Revisi Outlook Jadi Negatif
Pukulan terbaru datang dari Fitch Ratings yang merevisi outlook utang Indonesia dari stabil menjadi negatif . Meski demikian, peringkat Long-Term Foreign-Currency Issuer Default Rating (IDR) tetap di level BBB .