Fitch menjelaskan bahwa revisi outlook mencerminkan:
- Meningkatnya ketidakpastian kebijakan.
- Kekhawatiran terkikisnya konsistensi dan kredibilitas bauran kebijakan Indonesia di tengah meningkatnya sentralisasi otoritas pembuatan kebijakan.
- Potensi pelemahan prospek fiskal jangka menengah, sentimen investor, dan tekanan pada cadangan eksternal .
"Penegasan peringkat mencerminkan rekam jejak Indonesia dalam menjaga stabilitas makroekonomi, pertumbuhan jangka menengah yang menguntungkan, rasio utang pemerintah/PDB yang moderat, dan cadangan eksternal yang moderat," demikian keterangan dari Fitch .
Pengumuman Fitch ini semakin memperburuk sentimen pasar, menyebabkan IHSG terperosok lebih dalam.
Timeline Pukulan ke IHSG
| Tanggal | Sentimen | Dampak ke IHSG |
|---|---|---|
| 28 Jan 2026 | MSCI bekukan pasar | Anjlok 7%, trading halt |
| 29 Jan 2026 | Trading halt kedua | Anjlok 8% ke 7.654 |
| 5 Feb 2026 | Moody's pangkas outlook | Anjlok 2,83% |
| 2 Mar 2026 | Perang AS-Iran memanas | Anjlok 2,66% |
| 4 Mar 2026 | Fitch revisi outlook | Anjlok 4,03% ke 7.619 |
IHSG Saat Ini: Terperosok, Tapi Masih Ada Harapan?
Pada perdagangan Rabu (4/3/2026), IHSG ditutup di level 7.619,885 , jauh dari rekor tertingginya di 9.002 pada awal Januari . Rupiah juga tertekan ke level Rp16.900-an per dolar AS .
Namun, di tengah kehancuran ini, beberapa analis melihat potensi technical rebound dalam jangka pendek jika sentemen global membaik. Level support psikologis di 7.500 dan 7.000 menjadi krusial untuk dipertahankan.
Dari sisi fundamental, peringkat layak investasi (investment grade) dari Fitch dan Moody's masih dipertahankan, meskipun outlook-nya negatif. Ini menunjukkan bahwa fundamental makroekonomi Indonesia secara umum masih dianggap kuat, meskipun menghadapi tekanan eksternal dan domestik yang berat. (**)