ragam

Pukulan Bertubi-tubi ke IHSG, Dari MSCI, Moody's, Perang Iran, hingga Fitch Ratings

Kamis, 5 Maret 2026 | 05:05 WIB




Fitch menjelaskan bahwa revisi outlook mencerminkan:






  • Meningkatnya ketidakpastian kebijakan.




  • Kekhawatiran terkikisnya konsistensi dan kredibilitas bauran kebijakan Indonesia di tengah meningkatnya sentralisasi otoritas pembuatan kebijakan.




  • Potensi pelemahan prospek fiskal jangka menengah, sentimen investor, dan tekanan pada cadangan eksternal .






"Penegasan peringkat mencerminkan rekam jejak Indonesia dalam menjaga stabilitas makroekonomi, pertumbuhan jangka menengah yang menguntungkan, rasio utang pemerintah/PDB yang moderat, dan cadangan eksternal yang moderat," demikian keterangan dari Fitch .






Pengumuman Fitch ini semakin memperburuk sentimen pasar, menyebabkan IHSG terperosok lebih dalam.





Timeline Pukulan ke IHSG





TanggalSentimenDampak ke IHSG
28 Jan 2026MSCI bekukan pasarAnjlok 7%, trading halt
29 Jan 2026Trading halt keduaAnjlok 8% ke 7.654
5 Feb 2026Moody's pangkas outlookAnjlok 2,83%
2 Mar 2026Perang AS-Iran memanasAnjlok 2,66%
4 Mar 2026Fitch revisi outlookAnjlok 4,03% ke 7.619




IHSG Saat Ini: Terperosok, Tapi Masih Ada Harapan?





Pada perdagangan Rabu (4/3/2026), IHSG ditutup di level 7.619,885 , jauh dari rekor tertingginya di 9.002 pada awal Januari . Rupiah juga tertekan ke level Rp16.900-an per dolar AS .





Namun, di tengah kehancuran ini, beberapa analis melihat potensi technical rebound dalam jangka pendek jika sentemen global membaik. Level support psikologis di 7.500 dan 7.000 menjadi krusial untuk dipertahankan.





Dari sisi fundamental, peringkat layak investasi (investment grade) dari Fitch dan Moody's masih dipertahankan, meskipun outlook-nya negatif. Ini menunjukkan bahwa fundamental makroekonomi Indonesia secara umum masih dianggap kuat, meskipun menghadapi tekanan eksternal dan domestik yang berat. (**)


Halaman:

Tags

Terkini