ragam

Ketika 30 Hektare Diharap Menambal Lubang Jutaan Rumah

Senin, 9 Maret 2026 | 16:57 WIB
Gambar Ilustrasi AI


LOCUSONLINE, BEKASI - Di negeri yang backlog perumahannya seperti utang yang tak kunjung lunas, kabar hibah lahan 30 hektare di Cikarang datang bak secangkir kopi pahit di pagi hari yang menghangatkan tapi tetap menyisakan rasa getir. Pemerintah menerima sebidang tanah dari sektor swasta untuk mendukung program ambisius pembangunan tiga juta rumah per tahun sebuah target yang terdengar megah, walau realitas di lapangan sering kali lebih suka berjalan santai.





Penyerahan lahan tersebut dilakukan di kawasan Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Hadir dalam momen itu Ketua Satgas Perumahan sekaligus Utusan Khusus Presiden, Hashim Djojohadikusumo, CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani, serta Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait. Seremoni ditandai dengan penyerahan dokumen hibah sekaligus peninjauan lokasi yang kelak direncanakan menjadi kawasan hunian vertikal bagi masyarakat berpenghasilan rendah.





Hashim mengingatkan, persoalan rumah di Indonesia masih jauh dari kata selesai. Data pemerintah menunjukkan sekitar 9 hingga 15 juta keluarga belum memiliki hunian. Angka itu seperti pengingat keras bahwa mimpi memiliki rumah sendiri bagi banyak orang masih lebih dekat ke daftar harapan daripada kenyataan.





Belum cukup sampai di situ, sekitar 27 juta rumah tangga juga masih bertahan di tempat tinggal yang kualitasnya jauh dari kata layak. Karena itulah pemerintah menjadikan program pembangunan perumahan sebagai salah satu prioritas atau setidaknya demikian yang selalu terdengar dalam setiap konferensi pers.





Program pembangunan tiga juta rumah setiap tahun disebut sebagai strategi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Teorinya memang menjanjikan: satu rumah yang dibangun bisa menggerakkan lebih dari 180 sektor industri, mulai dari semen hingga sofa ruang tamu. Dalam teori ekonomi, efeknya seperti domino. Dalam praktiknya, domino itu kadang baru jatuh setelah bertahun-tahun.






Baca Juga : Reuni Para Penguasa: Antara Nostalgia Kekuasaan dan Ujian Kebijaksanaan






Selain lahan hibah di Cikarang, pemerintah juga menyiapkan sejumlah lokasi lain untuk pengembangan hunian vertikal. Salah satunya di Depok yang direncanakan memanfaatkan sekitar 45 hektare lahan untuk pembangunan ratusan ribu unit rumah. Targetnya terdengar besar dan tentu saja akan lebih menarik lagi jika kelak benar-benar berdiri.


Halaman:

Tags

Terkini