ragam

Ketika Negeri Diminta Panglima TNI Siaga 1 Dari Langit Sampai Terminal Bus

Senin, 9 Maret 2026 | 17:13 WIB



Sementara itu, Badan Intelijen Strategis TNI mendapat tugas lain: memantau kondisi warga negara Indonesia di luar negeri, khususnya di negara yang terdampak konflik di kawasan Timur Tengah. Pendataan tersebut akan dilakukan melalui koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dan jaringan kedutaan besar Indonesia di berbagai negara.





Di dalam negeri, perhatian khusus juga diarahkan ke ibu kota. Komando Daerah Militer Jaya diperintahkan memperketat patroli di objek vital serta kawasan kedutaan besar di Jakarta. Tujuannya satu: menjaga situasi keamanan tetap stabil, setidaknya di tengah dunia yang kadang terasa seperti serial drama tanpa jeda iklan.





Instruksi lain dalam telegram itu juga meminta seluruh satuan intelijen TNI memperkuat deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan, terutama di objek vital strategis dan area diplomatik. Intinya, jika ada tanda-tanda mencurigakan, lebih baik diketahui lebih awal daripada baru disadari setelah masalah muncul.





Selain itu, seluruh badan pelaksana pusat TNI diminta memastikan kesiapan di satuan masing-masing. Dan seperti biasa dalam sistem militer, setiap perkembangan situasi di lapangan harus dilaporkan langsung kepada Panglima TNI.





Telegram tersebut dikirimkan kepada berbagai unsur pimpinan di lingkungan TNI, mulai dari kepala staf tiga matra, pejabat utama Mabes TNI, hingga komando-komando operasi di berbagai wilayah.





Dengan kata lain, pesan dari Markas Besar TNI cukup jelas: dunia boleh saja berisik, tetapi kesiapsiagaan tidak boleh ikut lengah. Karena dalam urusan keamanan negara, satu hal yang lebih berbahaya dari ancaman adalah rasa terlalu santai saat ancaman itu datang.*****


Halaman:

Tags

Terkini