ragam

Rudal, Retorika, dan Realitas Perang: Janji Sejati yang Terbang Tinggi, Kengerian yang Mendarat Keras

Rabu, 11 Maret 2026 | 12:44 WIB
Gambar Ilustrasi AI





Baca Juga : Selat Hormuz Ditutup, Trump Menjawab dengan Ancaman “Dua Puluh Kali Lipat”






Sistem lain yang kerap disebut adalah rudal balistik Haj Qassem, yang menggunakan bahan bakar padat dan memiliki jangkauan sekitar 1.400 kilometer. Rudal ini dikembangkan sebagai senjata presisi untuk menghantam target strategis dengan daya rusak yang lebih besar.





Di sisi lain, perang narasi juga tidak kalah sengit. Presiden Amerika Serikat saat itu, Donald Trump, sempat menyatakan bahwa konflik dengan Iran pada dasarnya telah berakhir dan kemampuan militer Teheran telah melemah drastis.





Namun klaim tersebut langsung dibalas oleh juru bicara IRGC, Ali Mohammad Naini. Ia menegaskan bahwa bukan Washington yang akan menentukan akhir konflik, melainkan Iran sendiri.





Konflik ini bermula dari serangan militer bersama Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari 2026 yang menargetkan sejumlah lokasi di Iran, termasuk ibu kota Teheran serta kota-kota seperti Qom, Isfahan, Kermanshah, dan Karaj.





Serangan tersebut memicu rangkaian balasan dari Iran yang melibatkan drone dan rudal ke wilayah Israel serta pangkalan militer Amerika di berbagai negara Timur Tengah, termasuk Qatar dan Kuwait.





Di Israel sendiri, pemerintah sempat menutup sekolah, membatasi pertemuan publik, serta menutup wilayah udara sebagai langkah keamanan. Sirene peringatan berbunyi di berbagai kota, sementara penerbangan sipil dialihkan ke bandara lain.


Halaman:

Tags

Terkini