Kamis, 4 Juni 2026

Rudal, Retorika, dan Realitas Perang: Janji Sejati yang Terbang Tinggi, Kengerian yang Mendarat Keras

Photo Author
Bhegin, Locusonline.co
- Rabu, 11 Maret 2026 | 12:44 WIB
Gambar Ilustrasi AI
Gambar Ilustrasi AI



Lebih jauh lagi, pihak militer Iran mengklaim jumlah target potensial yang dimiliki Teheran jauh lebih besar dibandingkan target yang tersedia bagi lawannya. Pesan yang ingin disampaikan cukup jelas: jika konflik terus meningkat, daftar sasaran juga akan ikut bertambah.





Seorang pejabat Iran yang berbicara kepada media internasional bahkan menyatakan bahwa citra satelit menunjukkan tingkat akurasi serangan yang “melampaui perkiraan lawan”. Ia menyebut pengalaman konflik sebelumnya telah memberi pelajaran bagi Iran dalam mengembangkan teknologi penargetan dan desain operasi militer.





Selain rudal balistik, militer Iran juga melaporkan penggunaan drone serang untuk menargetkan fasilitas intelijen dan komunikasi Israel. Salah satu target yang disebut adalah pusat pengolahan data satelit di wilayah selatan Tel Aviv yang berfungsi sebagai penghubung antara pangkalan udara dan armada pesawat tempur.





Serangan tambahan juga diarahkan pada fasilitas energi Israel di Haifa, termasuk instalasi minyak dan tangki penyimpanan bahan bakar. Langkah tersebut diklaim sebagai respons terhadap serangan sebelumnya yang menghantam fasilitas energi Iran.





Tidak hanya Israel yang menjadi sasaran. Pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Kurdistan Irak, termasuk fasilitas di Harir Air Base, dilaporkan menjadi target lima rudal balistik dalam serangan yang sama.





Di tengah eskalasi tersebut, komandan angkatan udara IRGC, Majid Mousavi, menyatakan bahwa Iran berencana meningkatkan intensitas peluncuran rudal sekaligus memperluas jangkauan serangan. Ia bahkan menyebut bahwa mulai sekarang rudal dengan hulu ledak di bawah satu ton tidak lagi akan digunakan sebuah pernyataan yang terdengar seperti standar baru dalam “kompetisi daya ledak”.





Dalam arsenal Iran, beberapa sistem senjata yang menjadi andalan antara lain rudal balistik Khorramshahr-4 atau Khyber dengan jangkauan sekitar 2.000 kilometer. Senjata ini mampu membawa hulu ledak seberat lebih dari satu ton dan dirancang untuk tetap terarah bahkan saat melintasi fase penerbangan di luar atmosfer.





Selain itu, varian terbaru rudal Emad dan Qadr juga dilaporkan mengalami peningkatan kapasitas hulu ledak hingga lebih dari 1.000 kilogram. Teknologi sayap pengarah yang disematkan pada bagian hulu ledak memungkinkan rudal tersebut bermanuver saat memasuki atmosfer, membuatnya lebih sulit dicegat sistem pertahanan udara.

Halaman:

Editor: Bhegin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X