ragam

OJK Jabar Luncurkan Program ‘DIA KITA’, Farhan Dorong Literasi Keuangan Inklusif bagi Disabilitas

Jumat, 13 Maret 2026 | 06:06 WIB


[Locusonline.co] BANDUNG – Upaya memperluas akses dan pemahaman keuangan bagi seluruh lapisan masyarakat terus digalakkan. Kali ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Barat meluncurkan program "Disabilitas Berdaya Keuangan Inklusif Tercipta" atau disingkat "DIA KITA" , sebuah inisiatif literasi keuangan yang secara khusus menyasar penyandang disabilitas.





Peluncuran program ini ditandai dengan kegiatan edukasi keuangan yang digelar di Kantor OJK Provinsi Jawa Barat, Bandung, pada Rabu, 11 Maret 2026. Acara tersebut dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, mulai dari komunitas disabilitas, lembaga keuangan, hingga perwakilan pemerintah daerah .





Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, yang hadir memberikan sambutan, menegaskan bahwa dunia keuangan tidak boleh menjadi sesuatu yang asing, terutama bagi kelompok disabilitas. Pemahaman terhadap sistem perbankan dan pengelolaan keuangan adalah bekal penting untuk meningkatkan kemandirian ekonomi.






"Perbankan menjadi kuat karena adanya kepercayaan masyarakat. Karena itu dunia keuangan tidak boleh terasa jauh atau asing bagi siapa pun, termasuk teman-teman penyandang disabilitas," ujar Farhan .






Tiga Pilar Utama Inklusi Keuangan bagi Disabilitas





Dalam sambutannya, Wali Kota Farhan menyoroti tiga aspek penting yang harus diperhatikan untuk mewujudkan inklusi keuangan yang nyata bagi penyandang disabilitas.





1. Aksesibilitas Layanan Perbankan





Farhan menilai, lembaga keuangan perlu menghadirkan layanan yang benar-benar ramah disabilitas. Hal ini mencakup:






  • Kemampuan bahasa isyarat bagi petugas frontliner (customer service, teller) untuk melayani nasabah tuna rungu.




  • Pemanfaatan teknologi untuk memudahkan proses identifikasi dan transaksi bagi penyandang disabilitas netra atau fisik.




  • Desain kantor cabang dan mesin ATM yang aksesibel bagi pengguna kursi roda.





2. Literasi Keuangan yang Menyeluruh





Literasi keuangan tidak boleh berhenti pada sekadar menabung. Farhan menekankan bahwa pemahaman ini harus mendorong produktivitas ekonomi.


Halaman:

Tags

Terkini