Kamis, 4 Juni 2026

OJK Jabar Luncurkan Program ‘DIA KITA’, Farhan Dorong Literasi Keuangan Inklusif bagi Disabilitas

Photo Author
Admin Locus, Locusonline.co
- Jumat, 13 Maret 2026 | 06:06 WIB




"Literasi keuangan bukan hanya soal mengatur uang, tetapi juga bagaimana meningkatkan produktivitas dan memanfaatkan peluang ekonomi yang ada," katanya .






Di era digital saat ini, berbagai peluang terbuka luas bagi masyarakat untuk mengembangkan kreativitas dan memperoleh penghasilan, termasuk melalui platform digital. Penyandang disabilitas harus mendapatkan akses informasi dan pelatihan yang sama untuk dapat memanfaatkan peluang ini.





3. Komitmen dan Implementasi Nyata





Presiden Pergerakan Disabilitas dan Lanjut Usia (Dilans), Farhan Helmy, yang turut hadir, mengingatkan bahwa isu disabilitas masih menghadapi berbagai tantangan, terutama terkait aksesibilitas di ruang publik maupun layanan keuangan.






"Isu disabilitas tidak cukup hanya berhenti pada komitmen atau seremoni. Harus ada implementasi nyata yang dirasakan langsung oleh penyandang disabilitas," ujarnya .






Selama empat tahun terakhir, Dilans telah mendorong peningkatan literasi, advokasi kebijakan, hingga pengembangan usaha bagi penyandang disabilitas. Kolaborasi antara pemerintah, lembaga keuangan, dan komunitas menjadi kunci dalam menciptakan sistem yang benar-benar inklusif.





Program DIA KITA: Jembatan Menuju Kemandirian Ekonomi





Kepala Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Jawa Barat, Darwisman, menjelaskan bahwa program DIA KITA merupakan bagian penting dalam mendorong inklusi keuangan di Indonesia. Program ini diwujudkan melalui peluncuran flyer edukasi keuangan yang dirancang khusus untuk penyandang disabilitas.





Aspek Program DIA KITATujuan
Edukasi & LiterasiMemberikan pemahaman tentang produk dan layanan jasa keuangan dengan metode yang aksesibel.
Akses LayananMendorong lembaga keuangan untuk menyediakan layanan ramah disabilitas.
Pemberdayaan EkonomiMembantu penyandang disabilitas menjadi pelaku ekonomi yang mandiri dan terampil.




Darwisman berharap melalui program ini, semakin banyak penyandang disabilitas yang mendapatkan akses informasi, layanan perbankan, serta kemampuan mengelola keuangan secara mandiri.






"Dengan literasi keuangan yang baik, masyarakat termasuk penyandang disabilitas dapat menjadi pelaku ekonomi yang lebih mandiri dan terampil," ujarnya .

Halaman:

Editor: Admin Locus

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X