ragam

Presiden Prabowo Perintahkan Kapolri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Andrie Yunus

Senin, 16 Maret 2026 | 10:10 WIB



Proses Penyelidikan: CCTV dan Saksi Sedang Dianalisis





Kepala Divisi Humas Polri, Inspektur Jenderal Polisi Johnny Eddizon Isir, mengungkapkan bahwa penyidik saat ini tengah memeriksa saksi-saksi dan mengumpulkan alat bukti digital, termasuk rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar tempat kejadian perkara (TKP). Dua orang saksi telah diperiksa dan jumlahnya akan terus bertambah seiring proses penyidikan .






"Pengumpulan berbagai alat bukti digital, dalam hal ini termasuk CCTV, yang kemudian sedang dalam proses untuk analisis lebih lanjut. Harapannya dapat teridentifikasi segera," ujar Johnny .






Penyidik juga telah meminta hasil visum et repertum awal untuk mengetahui kondisi luka korban. Dari hasil pemeriksaan awal, korban mengalami luka pada beberapa bagian tubuh, yaitu dada, wajah, dan tangan .





Kronologi Penyerangan





Andrie Yunus diserang oleh dua orang tak dikenal pada Kamis, 12 Maret 2026, sekitar pukul 23.30 WIB di kawasan Salemba, Jakarta Pusat. Saat itu, Andrie baru saja selesai mengikuti podcast di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) yang membahas topik militerisme dan judicial review UU TNI.





Dari rekaman CCTV yang beredar, terlihat dua pria berboncengan sepeda motor memutar balik dan berjalan perlahan. Pria yang dibonceng—tanpa mengenakan helm—kemudian menyiramkan cairan yang diduga air keras ke arah Andrie yang sedang mengendarai sepeda motor. Korban langsung berteriak kesakitan hingga menjatuhkan motornya .





Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, mengungkapkan bahwa akibat serangan tersebut, Andrie mengalami luka bakar pada sekitar 24 persen bagian tubuh, meliputi tangan kanan dan kiri, wajah, dada, serta bagian mata. Korban segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis darurat .





Reaksi Pemerintah dan DPR





Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas), Yusril Ihza Mahendra, mendesak Polri untuk mengusut tuntas kasus ini, tidak hanya menangkap pelaku di lapangan, tetapi juga membongkar dalang intelektual di balik penyerangan tersebut.






"Pola serangan yang dilakukan tampaknya terencana dan terorganisir, sehingga pengungkapan peristiwa ini, tidak boleh berhenti di tingkat eksekutor, tetapi juga harus mengungkap aktor intelektual di balik penyerangan itu," kata Yusril .

Halaman:

Tags

Terkini