ragam

82nd Airborne Bergerak! Ini Bukan Sekadar Tambahan Pasukan, Ini Sinyal Perang Skala Besar

Minggu, 22 Maret 2026 | 12:10 WIB




Dalam analisisnya pekan lalu, Dalio menyebut bahwa Selat Hormuz adalah "medan pertempuran penentu" (decisive battle) untuk tatanan global. "Semuanya bermuara pada siapa yang menguasai Selat Hormuz," tulisnya di X .





Dalio membandingkan potensi kegagalan Amerika di Hormuz dengan Krisis Terusan Suez yang menandai berakhirnya Kekaisaran Britania. Dalam momen-momen seperti ini, "orang dan uang secara naluriah mengalir menuju pemenang." Jika Amerika gagal mengamankan selat ini, itu akan menjadi bukti bahwa "AS tidak memiliki kapasitas untuk menyelesaikan masalah ini"—dan itu akan memicu pergeseran besar dalam aliansi global dan sistem keuangan .





Hitung-hitungan Perang: 2 Miliar Dolar per Hari





Setiap tambahan pasukan yang dikirim bukanlah tanda Amerika menang. Ini adalah tanda bahwa Iran berhasil memaksa Amerika masuk lebih dalam dari yang direncanakan.





Sementara itu, biaya perang terus mengalir. Pentagon telah mengajukan permintaan tambahan 200 miliar dolar untuk biaya perang, yang menunjukkan bahwa pemerintah sedang mempersiapkan konflik yang lebih berkepanjangan . Angka ini jauh melampaui perkiraan awal.





Di sisi lain, dampaknya terhadap rakyat Amerika mulai terasa. Harga bahan bakar di pompa bensin AS telah melonjak ke level tertinggi sejak 2022, dengan beberapa stasiun menjual bensin hingga 8 dolar per galon. Ini menjadi pengingat harian bagi warga Amerika tentang biaya perang yang mereka tanggung .





Apa Selanjutnya?





Pertanyaannya sekarang: Apakah Amerika benar-benar akan menginvasi darat Iran? Atau ini semua hanya tekanan maksimal untuk memaksa Iran membuka Selat Hormuz?





Seorang pejabat senior administrasi AS mengatakan kepada Axios bahwa prioritas Trump tetaplah membuka kembali akses melalui selat tersebut. "Dia ingin Hormuz terbuka. Jika dia harus mengambil Pulau Kharg untuk mewujudkannya, itu akan terjadi. Jika dia memutuskan untuk melakukan invasi pesisir, itu akan terjadi. Tapi keputusan itu belum dibuat," kata pejabat tersebut .


Halaman:

Tags

Terkini