Ekspansi Global dan Tantangan Likuiditas
Sebagai respons, BYD menegaskan kembali akan memperkuat ekspansi ke pasar luar negeri. Pendapatan dari kendaraan dan produk terkait masih mampu tumbuh 5% tahun lalu, didukung oleh penjualan di pasar global yang mencatat profitabilitas lebih baik.
Namun, perusahaan juga menghadapi tantangan likuiditas yang lebih ketat. Modal kerja untuk operasi harian (selisih aset lancar dikurangi kewajiban lancar) tercatat minus 97 miliar yuan , meskipun membaik dari defisit 122,7 miliar yuan pada pertengahan tahun. Hal ini seiring dengan kebijakan baru yang mewajibkan pembayaran tepat waktu kepada pemasok, yang selama ini terdampak perang harga.
Penurunan laba BYD menjadi tamparan realitas bagi industri kendaraan listrik global. Bahkan pemimpin pasar pun tak luput dari tekanan perang harga dan perubahan kebijakan. Dengan persaingan yang kian brutal di China, masa depan BYD akan sangat bergantung pada keberhasilannya dalam dua hal: mendiferensiasi diri melalui teknologi (bukan hanya harga) dan mempercepat ekspansi global untuk mencari pasar dan margin yang lebih sehat. (***)