ragam

IHSG Dibuka Menguat 1,43%! Sentimen Deeskalasi Konflik Timur Tengah dan Kebijakan WFH Jadi Pendorong

Rabu, 1 April 2026 | 10:02 WIB


[Locusonline.co] Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Rabu (1/4/2026) dibuka di zona hijau. Menguatnya IHSG didorong oleh ekspektasi pelaku pasar akan terjadinya deeskalasi konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran, serta sejumlah kebijakan positif dari dalam negeri.





IHSG dibuka menguat 101,03 poin atau 1,43 persen ke posisi 7.149,25. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 11,78 poin atau 1,65 persen ke posisi 727,59.





"IHSG diperkirakan berpotensi rebound karena sentimen positif dari ekspektasi akan deeskalasi di Timur Tengah. Diperkirakan IHSG akan menguji level resistance di 7.100-7.200," ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, dalam kajiannya di Jakarta, Rabu.





Sentimen Global: Harapan Deeskalasi Konflik Timur Tengah





Dari mancanegara, harapan pelaku pasar terhadap deeskalasi konflik antara AS dan Israel melawan Iran di kawasan Timur Tengah kembali muncul. Pesan-pesan seputar operasi yang tengah berlangsung mengalami perubahan positif setelah adanya laporan bahwa Presiden AS Donald Trump akan terbuka untuk mengakhiri perang tanpa harus membuka kembali Selat Hormuz secara besar-besaran.





Di sisi lain, televisi pemerintah Iran melaporkan bahwa negara tersebut siap mengakhiri perang apabila diberikan jaminan keamanan. Meskipun masih terdapat keraguan terhadap kebenaran laporan tersebut, turunnya harga minyak mentah menjadi faktor positif yang turut mendorong pergerakan indeks di bursa saham Eropa dan Wall Street.





Sentimen Domestik: Kebijakan Strategis Pemerintah





Dari dalam negeri, pelaku pasar menantikan sejumlah data ekonomi domestik yang dirilis hari ini. Namun yang tak kalah menarik adalah sejumlah kebijakan strategis yang telah diumumkan pemerintah:





1. Harga BBM Tidak Naik





Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyatakan bahwa Pertamina tidak akan menaikkan BBM subsidi dan non-subsidi. Keputusan ini menjadi kabar baik bagi masyarakat dan dunia usaha, sekaligus menjaga stabilitas inflasi ke depan.


Halaman:

Tags

Terkini