ragam

IHSG Dibuka Menguat 1,43%! Sentimen Deeskalasi Konflik Timur Tengah dan Kebijakan WFH Jadi Pendorong

Rabu, 1 April 2026 | 10:02 WIB



2. WFH Resmi Diterapkan Mulai 1 April





Pemerintah secara resmi mengumumkan pelaksanaan Work From Home (WFH) bagi ASN di instansi pemerintahan pusat dan daerah setiap hari Jumat. Kebijakan ini mulai berlaku hari ini, 1 April 2026, dan akan ditinjau kembali dalam dua bulan ke depan.





3. Percepatan B50 untuk Kemandirian Energi





Pemerintah juga mempercepat penerapan B50 (biodiesel 50 persen) sebagai langkah meningkatkan kemandirian energi nasional dan mengurangi ketergantungan pada impor.





4. Efisiensi Anggaran hingga Rp130 Triliun





Kebijakan efisiensi anggaran di kementerian dan lembaga (K/L) berpotensi menghemat Rp121 triliun hingga Rp130 triliun. Langkah ini dinilai positif bagi kesehatan fiskal negara.





Data Ekonomi yang Dinantikan Pasar





Pelaku pasar juga menantikan sejumlah data ekonomi domestik yang dirilis pada hari ini, Rabu (1/4):





IndikatorPeriodeEstimasiSebelumnya
Manufacturing PMIMaret 202651,253,8
Neraca PerdaganganFebruari 2026Surplus 1,2 miliar dolar ASSurplus 0,9 miliar dolar AS
Inflasi (mtm)Maret 20260,3%0,68%
Inflasi (yoy)Maret 20264,9%4,76%




Penurunan PMI Maret diperkirakan dipengaruhi oleh adanya libur Hari Raya Idulfitri, sementara surplus neraca perdagangan diprediksi meningkat, menunjukkan kinerja ekspor yang masih solid.





Pergerakan Bursa Global dan Regional





Sentimen positif juga terpantau dari bursa saham global dan regional yang kompak menguat.





Bursa Eropa (Selasa, 31/3)





IndeksPerubahan
Euro Stoxx 50+0,49%
FTSE 100 (Inggris)+0,48%
DAX (Jerman)+0,52%
CAC (Prancis)+0,57%




Bursa AS (Selasa, 31/3)





IndeksPerubahanLevel Penutupan
Dow Jones+2,49%46.341,51
S&P 500+2,91%6.528,52
Nasdaq Composite+3,43%23.740,19




Bursa Asia (Rabu pagi)





IndeksPerubahan
Nikkei (Jepang)+4,16%
Shanghai (China)+1,29%
Hang Seng (Hong Kong)+1,98%
Strait Times (Singapura)+1,55%




Prospek IHSG ke Depan





Dengan kombinasi sentimen positif dari global dan domestik, IHSG diperkirakan akan menguji level resistance di 7.100–7.200. Pelaku pasar optimis bahwa kebijakan pemerintah yang pro-stabilitas dan harapan deeskalasi konflik geopolitik akan terus memberikan momentum penguatan bagi pasar saham Tanah Air.





Namun, investor tetap diimbau untuk mencermati perkembangan data ekonomi domestik dan dinamika geopolitik yang masih dinamis. Sektor-sektor yang berpotensi diuntungkan antara lain konsumer, energi, dan infrastruktur, seiring dengan kebijakan efisiensi energi dan stabilitas harga BBM. (**)

Halaman:

Tags

Terkini