Kehadiran ETLE handheld seolah mengakhiri “permainan kucing-kucingan” antara pelanggar dan kamera. Jika sebelumnya pengendara cukup melambat di titik tertentu lalu kembali ngebut setelahnya, kini peluang itu semakin sempit.
Bahkan, dalam praktiknya, teknologi ini juga diklaim mampu mengurangi potensi transaksi di lapangan, sebuah isu klasik yang selama ini melekat dalam penindakan manual.
“Yang penting tidak ada lagi hal-hal yang bersifat transaksional. Semua terekam secara valid dan tidak bisa dimanipulasi,” tegas Faizal.
Dengan sistem yang semakin canggih dan fleksibel, ETLE handheld diharapkan mampu meningkatkan kepatuhan berlalu lintas sekaligus memperkuat transparansi penegakan hukum.
Bagi pengendara, pesan yang ingin disampaikan cukup jelas dan mungkin sedikit satir, sekarang bukan lagi soal tahu di mana kamera berada, tapi siapkah Anda tidak melanggar di mana pun berada?*****