Polisi Harus Bergerak, Negara Tidak Boleh Kalah
Anggota DPR dari daerah pemilihan (dapil) Sumatra Selatan I itu menegaskan bahwa pemberantasan premanisme bukan hanya soal operasi yustisi sesaat. Ini adalah perang untuk menjaga wibawa negara.
"Aparat penegak hukum tidak boleh memberikan ruang sedikit pun. Jika premanisme dibiarkan, masyarakat akan hidup dalam ketakutan, aktivitas ekonomi terganggu, dan hukum kehilangan wibawanya. Negara tidak boleh kalah oleh kelompok-kelompok yang menggunakan kekerasan dan intimidasi untuk kepentingan pribadi," tegasnya.
Hasbiallah meminta jajaran kepolisian untuk tidak hanya bergerak jika ada korban, tetapi harus melakukan pemetaan dan penertiban secara masif di semua titik rawan. "Polisi harus hadir sebagai pelindung. Jangan sampai rakyat merasa lebih aman menyelesaikan masalah sendiri," tandasnya.
Kasus Dadang: Dari Pesta Jadi Duka
Peristiwa yang memicu gelombang kemarahan ini terjadi pada akhir pekan lalu. Dadang, seorang warga biasa yang sedang bergembira menyelenggarakan pesta pernikahan anaknya, menjadi korban penganiayaan berat. Sekelompok preman yang dalam pengaruh minuman keras datang dan memicu keributan, yang berujung pada pengeroyokan brutal hingga Dadang tewas di tempat.
Kasus ini menjadi simbol betapa rendahnya rasa aman jika aparat penegak hukum membiarkan preman berkuasa di wilayahnya.
Daftar Premanisme yang Sering Terjadi di Masyarakat
| Jenis Premanisme | Modus Operandi | Dampak pada Masyarakat |
|---|---|---|
| Parkir Liar | Memungut biaya parkir di tempat umum tanpa kewenangan | Beban biaya tak terduga, ketidakpastian hukum |
| Pak Ogah | "Membantu" mengatur lalu lintas untuk meminta uang | Memperparah kemacetan, pungli terselubung |
| Ormas Abal-abal | Mengintimidasi pengusaha/warga atas nama organisasi | Menghambat investasi dan iklim usaha |
| Preman Pasar | Meminta "jatah" atau "uang keamanan" di pasar tradisional | Meningkatkan biaya logistik dan harga pokok |
Harapan ke Depan: Publik Menanti Aksi Nyata
Pasca pernyataan tegas dari Komisi III DPR, publik kini menanti aksi nyata dari jajaran kepolisian. Masyarakat berharap tidak ada lagi korban berjatuhan hanya karena oknum-oknum preman yang bertindak sewenang-wenang. Pemberantasan premanisme adalah harga mati untuk menciptakan Indonesia yang aman dan berdaulat bagi seluruh rakyatnya. (**)