Kamis, 4 Juni 2026

Tragedi di Pernikahan Anak: Ayah Tewas Dikeroyok, DPR Minta Premanisme Dibasmi

Photo Author
Admin Locus, Locusonline.co
- Rabu, 8 April 2026 | 15:15 WIB



Polisi Harus Bergerak, Negara Tidak Boleh Kalah





Anggota DPR dari daerah pemilihan (dapil) Sumatra Selatan I itu menegaskan bahwa pemberantasan premanisme bukan hanya soal operasi yustisi sesaat. Ini adalah perang untuk menjaga wibawa negara.





"Aparat penegak hukum tidak boleh memberikan ruang sedikit pun. Jika premanisme dibiarkan, masyarakat akan hidup dalam ketakutan, aktivitas ekonomi terganggu, dan hukum kehilangan wibawanya. Negara tidak boleh kalah oleh kelompok-kelompok yang menggunakan kekerasan dan intimidasi untuk kepentingan pribadi," tegasnya.





Hasbiallah meminta jajaran kepolisian untuk tidak hanya bergerak jika ada korban, tetapi harus melakukan pemetaan dan penertiban secara masif di semua titik rawan. "Polisi harus hadir sebagai pelindung. Jangan sampai rakyat merasa lebih aman menyelesaikan masalah sendiri," tandasnya.





Kasus Dadang: Dari Pesta Jadi Duka





Peristiwa yang memicu gelombang kemarahan ini terjadi pada akhir pekan lalu. Dadang, seorang warga biasa yang sedang bergembira menyelenggarakan pesta pernikahan anaknya, menjadi korban penganiayaan berat. Sekelompok preman yang dalam pengaruh minuman keras datang dan memicu keributan, yang berujung pada pengeroyokan brutal hingga Dadang tewas di tempat.





Kasus ini menjadi simbol betapa rendahnya rasa aman jika aparat penegak hukum membiarkan preman berkuasa di wilayahnya.





Daftar Premanisme yang Sering Terjadi di Masyarakat





Jenis PremanismeModus OperandiDampak pada Masyarakat
Parkir LiarMemungut biaya parkir di tempat umum tanpa kewenanganBeban biaya tak terduga, ketidakpastian hukum
Pak Ogah"Membantu" mengatur lalu lintas untuk meminta uangMemperparah kemacetan, pungli terselubung
Ormas Abal-abalMengintimidasi pengusaha/warga atas nama organisasiMenghambat investasi dan iklim usaha
Preman PasarMeminta "jatah" atau "uang keamanan" di pasar tradisionalMeningkatkan biaya logistik dan harga pokok




Harapan ke Depan: Publik Menanti Aksi Nyata





Pasca pernyataan tegas dari Komisi III DPR, publik kini menanti aksi nyata dari jajaran kepolisian. Masyarakat berharap tidak ada lagi korban berjatuhan hanya karena oknum-oknum preman yang bertindak sewenang-wenang. Pemberantasan premanisme adalah harga mati untuk menciptakan Indonesia yang aman dan berdaulat bagi seluruh rakyatnya. (**)


Halaman:

Editor: Admin Locus

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X