Bagi banyak kalangan militer, Ryamizard bukan hanya seorang jenderal, melainkan simbol generasi prajurit yang tumbuh dalam disiplin keras, namun tetap menjaga loyalitas terhadap negara dan konstitusi.
Prosesi pemakaman turut dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara dan pimpinan TNI-Polri. Hadir di antaranya Agus Subiyanto, Listyo Sigit Prabowo, Luhut Binsar Pandjaitan, Maruli Simanjuntak, Muhammad Ali, serta Mohamad Tonny Harjono.
Kehadiran mereka memperlihatkan bahwa penghormatan terhadap Ryamizard melampaui sekat jabatan dan generasi.
Hari-hari politik biasanya dipenuhi pergantian posisi, perebutan pengaruh, dan perebutan panggung. Namun kematian seorang negarawan sering kali menghadirkan pelajaran yang lebih sunyi: jabatan memang memiliki masa berlaku, tetapi pengabdian memiliki umur yang jauh lebih panjang.
Kepergian Ryamizard Ryacudu menutup satu bab perjalanan seorang prajurit yang mengabdikan hidupnya untuk negara. Namun bagi banyak orang yang mengenalnya, nama itu akan tetap hidup sebagai bagian dari sejarah pertahanan Indonesia, sebuah pengingat bahwa kehormatan sejati tidak lahir dari banyaknya sorotan, melainkan dari panjangnya dedikasi.
"Seorang prajurit boleh berpulang, tetapi nilai pengabdiannya akan terus bertugas dalam ingatan bangsa," red.*****