[Locusonline.co] Teheran – Sebuah laporan dari media Iran mengungkap kisah dramatis di balik jatuhnya pesawat tempur Amerika Serikat di wilayah Iran selatan. Seorang pilot Angkatan Udara AS yang berhasil menyelamatkan diri dengan kursi lontar (eject) ditemukan oleh warga sipil Iran. Namun, alih-alih mendapatkan pertolongan untuk kembali ke pasukannya, sang pilot justru menjadi "buah simalakama" yang kemudian diserahkan ke intelijen Korps Garda Revolusi Iran (IRGC).
Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan militer antara AS dan Iran dalam beberapa pekan terakhir.
Kronologi Penemuan dan "Jebakan"
Menurut laporan media setempat yang dikutip, pesawat tempur AS tersebut jatuh atau ditembak jatuh di kawasan pegunungan terpencil di Provinsi Kohgiluyeh dan Boyer-Ahmad, Iran selatan. Pilot tersebut dilaporkan selamat dari benturan dan mencoba bersembunyi.
Saat ditemukan oleh penduduk setempat, pilot tersebut diduga mencoba memanfaatkan keramahan warga setempat atau bahkan menawarkan imbalan agar diantarkan ke titik pengungsian atau perbatasan. Namun, niatnya tersebut tidak membuahkan hasil yang diharapkan.
Alih-alih dibantu melarikan diri atau diserahkan kepada perwakilan AS, pilot tersebut justru menjadi sasaran "perburuan" yang dijanjikan hadiah besar. Media Iran sebelumnya melaporkan bahwa televisi lokal setempat telah mengumumkan imbalan "hadiah berharga" bagi siapa pun yang berhasil menangkap pilot musuh dalam keadaan hidup .
Peran Warga Sipil dan Tribal
Laporan menunjukkan bahwa pilot tersebut akhirnya "dijebak" oleh warga yang meyakinkannya bahwa mereka akan membantunya. Warga sipil tersebut berpura-pura akan menyerahkan pilot tersebut kepada pasukan Amerika atau membantu pelariannya. Namun, kenyataan berkata lain. Pilot tersebut justru diserahkan langsung ke aparat keamanan, dalam hal ini intelijen IRGC .
Beberapa sumber menyebutkan bahwa aparat Iran bahkan melibatkan suku-suku nomaden setempat untuk memburu pilot yang bersembunyi di medan berat .