Kamis, 4 Juni 2026

Krisis Politik Inggris 2026: Partai Buruh Ribut Internal, Investor Panik, Kursi PM Keir Starmer Mulai Goyang

Photo Author
Bhegin, Locusonline.co
- Sabtu, 16 Mei 2026 | 18:00 WIB
Gambar Ilustrasi (Generated by Gemini AI)
Gambar Ilustrasi (Generated by Gemini AI)

Pelaku pasar khawatir konflik internal Partai Buruh justru membuka jalan bagi dominasi kelompok kiri yang lebih agresif dalam memperluas intervensi negara dan menaikkan pajak publik.

Tokoh seperti Andy Burnham dan Angela Rayner dikenal mendukung peran negara yang lebih besar di sektor strategis. Di mata investor konservatif, kebijakan semacam itu sering diterjemahkan sebagai alarm bahaya bagi stabilitas pasar.

Baca Juga: Bantuan tepung Israel ke Gaza diduga dicampur narkoba. PBB diminta investigasi

Namun jalan Burnham menuju pucuk kekuasaan juga tidak mudah. Sebagai mantan menteri era Gordon Brown, Burnham harus lebih dulu memenangkan pencalonan parlemen sebelum bisa masuk dalam perebutan kepemimpinan partai.

Tantangannya semakin berat karena Partai Buruh kini mulai kehilangan dukungan publik. Sementara itu, partai populis Nigel Farage melalui Reform UK justru mengalami kenaikan popularitas setelah memenangkan sejumlah pemilu lokal di wilayah yang dulunya menjadi kandang suara Partai Buruh.

Situasi ini membuat loyalis pemerintahan mulai mendesak agar konflik internal segera dihentikan sebelum Inggris kembali tenggelam dalam episode baru ketidakpastian politik.

Menteri Perumahan Inggris Steve Reed meminta seluruh faksi di tubuh Partai Buruh kembali fokus pada kepentingan publik dan stabilitas pemerintahan.

Namun hingga kini belum ada kandidat resmi yang mengantongi dukungan cukup untuk memulai proses pergantian pemimpin partai. Meski begitu, pasar finansial tampaknya sudah lebih dulu bersiap menghadapi kemungkinan Inggris kembali memasuki babak baru drama politik yang panjang.

Di negeri yang dulu dikenal sebagai simbol stabilitas demokrasi modern, pergantian pemimpin kini terasa semakin rutin nyaris seperti pergantian musim sepak bola. Bedanya, kali ini yang dipertaruhkan bukan sekadar kursi kekuasaan, melainkan kepercayaan publik dan stabilitas ekonomi Inggris sendiri.*****

Sumber berita: laporan internasional berbagai media politik dan ekonomi Inggris, Mei 2026.

Halaman:

Editor: Bhegin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X