Kamis, 4 Juni 2026

Laptop macOS Paling Murah dari Apple Akhirnya Hadir, Ini Keunggulan MacBook Neo

Photo Author
Admin Locus, Locusonline.co
- Jumat, 6 Maret 2026 | 16:16 WIB




  • CPU enam inti (2 performance core hingga ~4,04 GHz + 4 efficiency core ~2,42 GHz)




  • GPU lima inti




  • Neural Engine 16-core untuk tugas kecerdasan buatan (AI)





Kombinasi ini memungkinkan MacBook Neo menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari dengan sangat lancar: browsing web, streaming video, pengolahan dokumen, hingga pengeditan foto ringan.





RAM 8 GB: Cukupkah untuk Pengguna Target?





Apple membekali MacBook Neo dengan 8 GB unified memory. Kapasitas ini sempat menuai kritik karena dianggap terlalu kecil untuk standar laptop modern. Namun, Apple tampaknya memiliki target pasar yang sangat jelas.





MacBook Neo ditujukan untuk:






  • Pelajar yang membutuhkan laptop untuk mengerjakan tugas, mengetik makalah, dan penelitian online.




  • Pengguna rumahan yang ingin browsing, streaming film (Netflix, Disney+), dan media sosial.




  • Pemilik iPhone yang ingin mencoba ekosistem macOS dengan harga lebih terjangkau.





Untuk kebutuhan sehari-hari seperti di atas, konfigurasi 8 GB RAM masih dianggap sangat memadai. Bagi pengguna yang membutuhkan performa lebih tinggi untuk pekerjaan berat (pengembangan aplikasi, rendering video 4K/8K, menjalankan mesin virtual), Apple tetap menyediakan pilihan di lini MacBook Air dan MacBook Pro dengan chip M-series yang lebih bertenaga.





Implikasi: Masa Depan MacBook Entry-Level





-




Keberhasilan A18 Pro di MacBook Neo membuka kemungkinan baru bagi Apple. Di masa depan, bukan tidak mungkin Apple akan lebih sering menggunakan chip A-series yang lebih baru dan lebih hemat biaya untuk lini entry-level mereka, sementara chip M-series tetap menjadi andalan untuk segmen profesional dan high-end.





Strategi ini memungkinkan Apple untuk:






  1. Menawarkan harga yang lebih kompetitif di segmen entry-level.




  2. Memperluas pangsa pasar dengan menjaring pengguna baru yang selama ini menggunakan Chromebook atau laptop Windows murah.




  3. Memanfaatkan skala ekonomi dari produksi chip A-series dalam jumlah besar untuk iPhone.





MacBook Neo bukan sekadar laptop murah. Dengan chip A18 Pro yang performanya melampaui M1 dan mendekati M2, perangkat ini menawarkan nilai luar biasa di kelasnya. Hasil benchmark Geekbench 6 membuktikan bahwa Apple tidak sekadar "menurunkan" chip iPhone ke Mac, tetapi menghadirkan prosesor yang sangat kompeten dan efisien.





Bagi konsumen Indonesia, MacBook Neo dengan harga sekitar Rp10 juta menjadi pintu masuk yang sangat menarik ke ekosistem Apple, terutama bagi pelajar, pengguna rumahan, dan mereka yang sudah memiliki iPhone. (**)

Halaman:

Editor: Admin Locus

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X