Sejumlah pengamat kebijakan pendidikan menilai keberhasilan Sekolah Rakyat tidak hanya bergantung pada jumlah pegawai yang direkrut, tetapi juga kualitas pendampingan dan keberlanjutan sistem pendidikan.
"Sekolah bukan sekadar bangunan dan daftar pegawai. Yang paling penting adalah bagaimana tenaga pendidik mampu menjadi penggerak perubahan bagi peserta didik," ujar salah satu pemerhati pendidikan.
Dengan dibukanya ribuan formasi PPPK ini, pemerintah menghadapi tantangan untuk membuktikan bahwa Sekolah Rakyat benar-benar menjadi jalan keluar bagi kesenjangan pendidikan, bukan sekadar angka keberhasilan dalam laporan program.*****
Artikel Terkait
DPR Soroti Nasib Guru dan Dosen: Pahlawan Tanpa Tanda Jasa Jangan Terus Dijadikan Paket Hemat Negara
Sertifikat TKA 2026 Jadi “Jimat Akademik” Baru, Orang Tua Mulai Menyimpannya Lebih Rapi dari Akta Kelahiran
Prabowo Minta Sekolah Ajarkan Bahasa Prancis, Generasi RI Bersiap dari “Bonjour” ke Diplomasi Global
BKPDM Kemendikdasmen, perubahan BSKAP, kebijakan pendidikan Indonesia 2026
Nilai TKA Matematika SMA Jeblok, Kemendikdasmen Pangkas Jumlah Soal: Bukan Soalnya yang Sulit, Waktunya yang Terlalu Pelit?
Seleksi Paskibraka Nasional 2026 di Sulsel Diterpa Isu Diskriminasi, BPIP: Bendera Merah Putih Tidak Mengenal Jalur Khusus
Jadwal SPMB Jabar 2026: Siswa Dipetakan Dulu, Biar Sistem yang Menentukan Harapan Sebelum Pengumuman
Kasus Pelecehan di Pesantren Marak, PBNU Ingatkan Pendidikan Akhlak Jangan Kalah oleh Formalitas
Gagal ke Istana, Dapat Tiket ke Luar Negeri: Polemik Paskibraka Makassar Berbuah Beasiswa Penuh untuk Dua Siswi Berprestasi
Muhammadiyah Bangun Sekolah Konservasi Pertama di Indonesia dari Tanah Papua Saat Dunia Sibuk Membahas Krisis Iklim