pendidikan

Bingung Pilih Sekolah? Dari Kurikulum Merdeka hingga Montessori, Orangtua Kini Harus Jadi “Analis Pendidikan Dadakan”

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:00 WIB
Gambar Ilustrasi (Generated by Gemini AI)

Baca Juga: Pendidikan Antikorupsi 2026 Diluncurkan: Negara Sibuk Ajari Anak Jujur, Sementara Koruptor Dewasa Masih Antre Sidang

Cambridge: Tempat Matematika dan Sains Naik Kelas Jadi Tantangan Global

Kurikulum Cambridge berasal dari Inggris dan menjadi salah satu sistem pendidikan internasional paling populer di dunia.

Sistem ini dikenal memiliki standar akademik kuat, terutama dalam bidang matematika, sains, dan bahasa Inggris. Pembelajaran dirancang agar siswa memahami konsep secara mendalam sekaligus mampu menerapkannya dalam pemecahan masalah nyata.

Cambridge juga memiliki jenjang ujian internasional seperti IGCSE dan A Level yang diakui banyak universitas global.

Meski berbasis akademik kuat, sistem Cambridge tetap mendorong siswa aktif berdiskusi dan mengembangkan kemampuan analisis.

Bagi sebagian siswa, Cambridge dianggap sebagai tempat di mana rumus matematika tidak lagi sekadar angka di papan tulis, tetapi bisa berubah menjadi latihan mental yang membuat kopi dan tidur cukup terasa sangat berharga.

Montessori: Saat Anak Belajar Sesuai Ritmenya, Bukan Ritme Bel Sekolah

Berbeda dengan sistem pendidikan konvensional, Montessori lebih fokus pada perkembangan alami anak.

Metode yang dikembangkan oleh Maria Montessori ini biasanya diterapkan pada pendidikan usia dini hingga sekolah dasar.

Dalam sistem Montessori, anak diberi kebebasan memilih aktivitas belajar sesuai minat dan kecepatannya sendiri. Ruang kelas dibuat lebih interaktif dengan berbagai alat bantu pembelajaran yang memungkinkan anak mengeksplorasi secara mandiri.

Guru dalam metode ini berperan sebagai pendamping, bukan pusat utama pembelajaran.

Fokus utamanya adalah membangun rasa ingin tahu, kemandirian, dan kemampuan sosial anak sejak dini. Di ruang kelas Montessori, anak-anak didorong aktif bertanya dan mencoba sendiri, bukan hanya duduk rapi sambil menunggu bel pulang berbunyi.

Baca Juga: Ground Breaking MAN Insan Cendekia Sumedang Dimulai, Pemda All Out Bangun “Kampung Sekolah Elite” di Ujungjaya

Orangtua Kini Tak Hanya Memilih Sekolah, Tapi Memilih Arah Pendidikan Anak

Halaman:

Tags

Terkini