LOCUSonline, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan komitmennya untuk memperbaiki kualitas pendidikan nasional. Di tengah masih adanya sekolah dengan plafon rapuh, kursi reyot, hingga ruang kelas yang lebih akrab dengan ember penampung bocor daripada layar digital, pemerintah kini berjanji membawa dunia pendidikan menuju era yang lebih modern.
Prabowo menyatakan pemerintah akan terus memperbaiki infrastruktur sekolah sekaligus memperluas akses pendidikan bagi seluruh anak Indonesia, termasuk mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu.
"Kita bertekad memperbaiki seluruh sekolah di Indonesia untuk anak-anak kita. Semua anak, termasuk dari kalangan paling lemah, harus bisa bersekolah dengan baik," ujar Prabowo, dikutip Minggu (17/5/2026).
Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa pemerintah ingin pendidikan nasional tidak lagi berjalan dengan dua wajah, sekolah kota yang sibuk bicara transformasi digital sementara sebagian sekolah di daerah masih sibuk memastikan atap tidak roboh saat hujan turun.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Soroti Razia Rambut SMKN 2 Garut, Kosmetik Siswi Diperdebatkan Seolah Ancaman Nasional
Selain memperbaiki fasilitas pendidikan, Prabowo juga menyoroti pengembangan program sekolah rakyat yang disebut akan diperluas di berbagai daerah, termasuk di wilayah Tuban.
Menurutnya, sekolah rakyat akan ditingkatkan baik dari sisi jumlah maupun kualitas pembelajarannya.
"Sekolah rakyat akan kita tingkatkan jumlah dan kemampuannya. Kita juga akan membangun sekolah unggulan serta sekolah terintegrasi di berbagai wilayah," katanya.
Pemerintah juga berencana menghadirkan modernisasi teknologi pendidikan dengan melengkapi setiap ruang kelas menggunakan perangkat digital mutakhir.
Jika terealisasi, ruang kelas di masa depan kemungkinan tidak lagi hanya berisi papan tulis penuh kapur dan kipas angin berisik yang hidup-mati sesuka hati, tetapi juga layar digital modern untuk menunjang proses belajar.
"Semua sekolah akan kita perbaiki, dan setiap ruang kelas akan dilengkapi dengan layar digital yang paling mutakhir," tegas Prabowo.
Menurutnya, langkah tersebut bertujuan agar akses terhadap ilmu pengetahuan dapat dinikmati secara merata oleh seluruh anak Indonesia, baik yang tinggal di kota besar maupun di desa terpencil.
Pemerintah berharap modernisasi pendidikan itu mampu menciptakan pemerataan kualitas belajar sehingga anak-anak dari daerah tidak terus-menerus menjadi penonton dalam persaingan pendidikan nasional.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi global, pendidikan Indonesia memang menghadapi tantangan besar yaitu bagaimana menghadirkan kecanggihan digital tanpa melupakan masalah dasar yang belum sepenuhnya selesai.