Sebab bagi sebagian sekolah di pelosok, layar digital mungkin terdengar futuristik, tetapi listrik stabil dan jaringan internet saja kadang masih menjadi “mata pelajaran tambahan” yang belum lulus diselesaikan.
Meski demikian, janji modernisasi pendidikan tersebut disambut sebagai harapan baru agar sekolah tidak lagi sekadar tempat menggugurkan kewajiban belajar, melainkan benar-benar menjadi ruang tumbuh generasi masa depan.*****