Kamis, 4 Juni 2026

Menhan Sjafrie Bicara “Musuh Dalam Selimut” di Birokrasi: ASN Diminta Jadi Benteng Negara, Bukan Sekadar Pegawai

Photo Author
Bhegin, Locusonline.co
- Kamis, 4 Juni 2026 | 13:35 WIB
Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin saat berkunjung ke Yonif TP 861/Maleo Kamur di Kampung Wanam, Distrik Ilwayab, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan, Sabtu (23/5/2026). (Foto: DOK. Setjen Infohan Kemhan )
Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin saat berkunjung ke Yonif TP 861/Maleo Kamur di Kampung Wanam, Distrik Ilwayab, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan, Sabtu (23/5/2026). (Foto: DOK. Setjen Infohan Kemhan )

LOCUSonline - Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin mengingatkan aparatur sipil negara (ASN) agar memperkuat integritas dan kewaspadaan terhadap berbagai pengaruh yang dinilai dapat melemahkan birokrasi nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan Sjafrie saat memberikan pengarahan kepada 1.764 peserta Latihan Dasar Militer (Latsarmil) Komponen Cadangan (Komcad) ASN di Artha Hanggar Indonesia, Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (3/6/2026).

Dalam arahannya, Sjafrie menyebut adanya pihak yang ia istilahkan sebagai deep state atau musuh dalam selimut yang menurutnya tidak menginginkan birokrasi Indonesia menjadi kuat.

"Ada orang-orang di luar Indonesia, bahkan juga ada orang-orang di dalam Indonesia yang kita sebut sebagai deep state. Saya pernah cerita dulu, ada musuh dalam selimut yang tidak suka kalau birokrasi Indonesia itu kuat," tegas Sjafrie.

Menurutnya, ASN memiliki posisi penting karena birokrasi merupakan salah satu fondasi utama dalam menjalankan negara. Ia meminta peserta Komcad ASN mampu menjaga prinsip kebangsaan ketika kembali ke lingkungan kerja masing-masing.

"Birokrat itu adalah milik negara. Karena itu setelah diberi bekal bela negara, ini menjadi modal untuk selalu waspada," katanya.

Sjafrie menegaskan bahwa dasar negara Indonesia tidak berubah dan tetap berlandaskan Pancasila serta Undang-Undang Dasar 1945.

Ia mengingatkan agar ASN tidak mudah terbawa arus ideologi maupun paham yang dianggap bertentangan dengan nilai kebangsaan.

Baca Juga: Prabowo Terbang Lagi, Kritik Mendarat: Teddy Balas Dino Patti Djalal Soal Diplomasi yang Dinilai Terlalu Rajin Keliling Dunia

Dalam kesempatan tersebut, Sjafrie juga meminta peserta Komcad ASN menunjukkan identitas melalui perilaku, bukan hanya simbol atau atribut.

Menurutnya, tugas ASN bukan sekadar menjalankan pekerjaan administratif, tetapi juga menjadi contoh bagi lingkungan sekitar.

"Kamu sebagai ASN Komcad harus menjadi teladan, minimal di lingkungan kerja dan maksimal di lingkungan kehidupanmu," ujarnya.

Ia menilai kualitas aparatur negara tidak hanya terlihat dari jabatan yang dimiliki, tetapi dari sikap dan kontribusinya kepada masyarakat.

Menutup arahannya, Sjafrie menyampaikan pesan mengenai perbedaan antara penghormatan dan kehormatan bagi seorang aparatur negara.

Menurutnya, penghormatan bisa datang karena jabatan dan dapat hilang ketika posisi berubah, sementara kehormatan merupakan nilai pribadi yang harus dijaga sepanjang waktu.

"Sepanjang kamu mendapatkan posisi sebagai birokrasi dan mendapatkan penghormatan, kamu harus menabung kehormatan," kata Sjafrie.

Halaman:

Editor: Bhegin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X