Ia mengingatkan agar ASN tidak melakukan tindakan yang dapat merusak kepercayaan publik.
"Jangan mencederai dirimu dan jangan mencederai kehormatanmu. Begitu kehormatanmu cedera, selesai semua penghormatan yang pernah kamu dapatkan," tuturnya.
Pernyataan Menhan tersebut kembali membuka diskusi mengenai kekuatan birokrasi, loyalitas aparatur, dan tantangan menjaga profesionalisme negara. Sebab dalam birokrasi, seragam bisa berganti, jabatan bisa berpindah, tetapi rekam jejak tetap menjadi catatan yang paling sulit dihapus.*****
Artikel Terkait
Gedung Megah Disdik Garut Bagi Pejabat Prematur, GLMPK Bosnya Pake Produk Haram
RUU Satu Data Indonesia Dibahas DPR, Negara Akhirnya Lelah Cari Warga Miskin dengan Data yang Saling Bertengkar
Viral Lagu "Mas Bahlil Ganteng" Dari Satire Warganet Menjadi Panggung Popularitas Politik
Hari Pancasila 2026: Prabowo Pimpin Upacara di Jakarta, Megawati Berpeluang Hadir, SBY Pilih Agenda Bandung
Prabowo Dorong Bahasa Prancis Masuk Sekolah, Dari "Kado" hingga "Kudeta", Jejak Kosakata yang Diam-Diam Menguasai Indonesia
Prabowo Terbang Lagi, Kritik Mendarat: Teddy Balas Dino Patti Djalal Soal Diplomasi yang Dinilai Terlalu Rajin Keliling Dunia
SPPG Disebut “Satuan Penjilat Prabowo-Gibran”, Hasan Nasbi Balas Menohok: Kritik Boleh, Tapi Jangan Sampai Nalar Kehilangan Gizi
Program Makan Bergizi Gratis Diuji Ulang: Prabowo Ganti Komando BGN Usai 1,5 Tahun Evaluasi
“Bupati Garut Anti Kritik!” Dapat Tantangan GLMPK, Batalkan Izin Pabrik PT Pratama Abadi Industri, Ini Alasan Hukumnya…
Prabowo Bongkar Alarm Merah Program MBG: Ada Laporan Kejanggalan, BGN Kini Diperiksa Lebih Dalam