Kamis, 4 Juni 2026

Tiga Nyawa Jadi Korban, Tapi Tak Ada yang Tanggung Jawab: “Pesta Rakyat” atau Perangkap Rakyat ?

Photo Author
Bhegin, Locusonline.co
- Senin, 21 Juli 2025 | 11:36 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi



Wijiono, Lurah Sukamentri, mengkonfirmasi dua dari tiga korban adalah warganya. Sejak insiden itu, ia terus mendampingi keluarga korban dan mengurus pemakaman. “Kami tak menyangka, sebuah hajatan bisa membawa petaka sebesar ini,” ucapnya.





Pihak Pemerintah Kabupaten Garut merespons dengan membatalkan seluruh rangkaian acara lanjutan. Namun keputusan itu datang setelah korban jatuh, setelah keramaian berubah jadi malapetaka. Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menyebut panitia berasal dari pihak eksternal dan evaluasi tengah dilakukan. Pernyataan normatif yang sayangnya tak menjawab pertanyaan publik yang lebih penting: Siapa yang bertanggung jawab?






Baca Juga : Hukum Tertutup Tirai: Dedi Mulyadi Beri Santunan Rp150 Juta, Harga Duka Rakyat Jelata dalam Resepsi Pernikahan Wakil Rakyat dengan Wakil Bupati






Sementara itu, sang Gubernur sekaligus besan, Dedi Mulyadi, memilih bersembunyi di balik jadwal pribadi dan unggahan media sosial. Ia mengaku tak tahu ada makan siang untuk rakyat—padahal jejak digital menyatakan sebaliknya.





Pesta elite, tapi rakyat yang gugur. Tiga nyawa melayang dalam euforia kuasa yang tak terkendali. Sebuah pengingat pahit bahwa ketika pejabat merayakan kebahagiaannya dengan mengundang ribuan rakyat, mereka lupa bahwa tanggung jawabnya lebih besar dari sekadar popularitas.





Kini publik hanya bisa menunggu: apakah Polda Jabar benar-benar akan menyelidiki secara terbuka dan profesional, atau tragedi ini akan kembali ditutup dengan karpet merah dan ucapan duka yang penuh basa-basi. (Bhegin)


Halaman:

Editor: Bhegin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X