Kini, 20 umat Kristen di Caringin harus menempuh perjalanan tiga jam untuk beribadah. Mungkin Pemkab Garut akan mem-branding ini sebagai “wisata rohani plus olahraga kardio.”
Kemenag setempat menyerukan mediasi dan moderasi. Artinya, semua pihak diminta menahan diri… kecuali yang pegang palu segel.
Kalau tren ini berlanjut, tak lama lagi rumah makan tanpa izin MUI juga bisa ditutup demi “kerukunan kuliner.”
Merdeka itu katanya hak semua warga. Tapi di Caringin, merdeka tampaknya bergantung pada siapa yang menghitung suaranya.(Bhegin)