Pj Sekda juga menyoroti perlunya rencana anggaran jangka menengah. Langkah ini disebut sebagai “strategi keberlanjutan,” meski di lapangan sering kali keberlanjutan itu tergantung pada siapa yang menandatangani disposisi terakhir.
Dalam sesi diskusi, para kepala bagian menyampaikan tantangan yang mereka hadapi. Proses anggaran yang “kompleks” menjadi isu utama. Kompleks di sini bukan hanya soal administrasi, tapi juga soal menebak kecepatan aliran dana yang sering lebih lambat dari jalan desa yang belum diaspal.
Rapat evaluasi ini diklaim bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk komitmen untuk terus berbenah. “Dengan kolaborasi dan inovasi, kita siap menghadapi tantangan,” pungkas Nina Herlina pernyataan yang menggema di ruangan seperti tagline kampanye pembangunan.(Laela)