“Kita hidup bukan untuk mengejar pangkat setinggi-tingginya, bukan jabatan atau kehormatan,” tegasnya.
Ia mengajak ASN fokus pada pengembangan diri ketimbang saling sikut. Kalimat ini terdengar seperti pesan HRD di perusahaan rintisan, namun disampaikan di tengah barisan pegawai berseragam cokelat yang sebagian masih sibuk menata topi dan posisi berdiri.
“Saya hari ini harus baik dari hari kemarin, dan besok harus lebih baik dari hari ini,” katanya menutup amanat, seperti menutup seminar motivasi.
Apel gabungan yang biasanya berlangsung formal kali ini justru menjadi cermin kecil dinamika birokrasi: antara semangat generasi muda yang “ngebut”, dan kebijaksanaan generasi senior yang “bertahap”. Dua dunia yang harus dipertemukan, entah lewat program kerja atau mungkin lewat satu gelas kopi bareng di kantin Setda.(Suradi)