Kamis, 4 Juni 2026

Jonan ke Istana: Pensiunan yang Datang, Bukan untuk Menyelamatkan Whoosh

Photo Author
Bhegin, Locusonline.co
- Rabu, 5 November 2025 | 08:24 WIB
Foto Istimewa
Foto Istimewa




“ seperti menyalakan jet untuk menyeberang selokan,” katanya dulu.





Ia juga menolak penggunaan APBN, menolak izin trase yang tidak sesuai regulasi, menolak konsesi 50 tahun yang kini malah jadi 80, singkatnya, Jonan menolak semua hal yang kini terbukti membuat proyek ini megap-megap.





Dan ketika Jokowi meletakkan batu pertama groundbreaking pada 2016, Jonan tak hadir.
Kementeriannya bilang, ia sedang sibuk mengurus perizinan, publik tahu, kadang absen adalah bentuk kehadiran paling jujur.





Kini, proyek yang dulu disebut “ikon kemajuan” itu justru jadi berita duka fiskal, konsorsium BUMN Indonesia, lewat PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI), menanggung rugi Rp 4,19 triliun pada 2024, atau sekitar Rp 11,5 miliar per hari. Bahkan di semester I 2025, kerugian masih lanjut Rp 1,62 triliun.





KAI, pemegang saham terbesar (58,53%), kini ikut menanggung napas berat Whoosh mungkin bukan hanya secara keuangan, tapi juga moral.
Karena kereta ini bukan cuma cepat, tapi juga cepat menggerus neraca.





Kedatangannya di Istana, di tengah sorotan utang KCJB, terasa seperti bab penutup dari novel yang belum selesai. Ia datang bukan sebagai pejabat, tapi sebagai saksi seorang yang pernah memperingatkan bahwa lintasan terlalu pendek dan biaya terlalu panjang.





Kini, kereta yang dulu ia tolak sedang meluncur cepat menuju dinding utang dan Jonan, dengan tenang, hanya berkata:


Halaman:

Editor: Bhegin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X