Kamis, 4 Juni 2026

Relokasi PKL Pasar Baru Digodok: Pemda Gaspol, Pemilik Toko Bilang “Rencananya Oke, Eksekusinya Nih yang Deg-degan”

Photo Author
Bhegin, Locusonline.co
- Minggu, 16 November 2025 | 16:45 WIB
Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral (Disperindag dan ESDM) Kabupaten Garut menyelenggarakan kegiatan Diskusi Relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) dengan Pemilik Toko di Jalan Pasar Baru yang berlangsung di Aula Bank BJB Cabang Garut, Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Kamis malam (14/11/2025).
Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral (Disperindag dan ESDM) Kabupaten Garut menyelenggarakan kegiatan Diskusi Relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) dengan Pemilik Toko di Jalan Pasar Baru yang berlangsung di Aula Bank BJB Cabang Garut, Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Kamis malam (14/11/2025).


LOCUSONLINE, GARUT – Upaya penataan koridor perkotaan di Jalan Pasar Baru kembali masuk fase serius. Dinas Perindustrian, Perdagangan, ESDM Kabupaten Garut menggelar Diskusi Relokasi PKL bersama para pemilik toko, Kamis malam (14/11/2025), di Aula Bank BJB Cabang Garut. Pertemuan dilakukan demi memastikan rencana pemerintah tidak berjalan sendirian tanpa suara publik.





Kepala Disperindag dan ESDM Garut, Ridwan Effendi, menegaskan bahwa diskusi ini bukan sekadar formalitas, melainkan upaya menyamakan persepsi agar penataan Pasar Baru tidak menabrak kepentingan warga, pedagang, ataupun pemilik toko.





“Malam ini kami sampaikan program penataan koridor Jalan Pasar Baru. Tujuannya supaya semua pihak punya persepsi yang sama,” ujar Ridwan.






Baca Juga : LHP BPK Buka Lagi “Drama Lama”: Penyertaan Modal Garut, Untungnya ke Mana?






Pertemuan itu dihadiri para pemilik toko, termasuk Andre, salah satu yang cukup vokal memberi pandangan. Diskusi berjalan mengupas konsep Garut Market Center, rencana yang digadang menjadi wajah baru Pasar Baru jika eksekusi tak melenceng.





“Pemilik toko, komunitas PKL, warga sekitar semua harus terakomodasi. Konsepnya bukan top-down, tapi bareng-bareng,” jelas Ridwan.





Ia menekankan bahwa pemerintah tak mau bergerak dengan kacamata tunggal. Masukan dari lapangan diharapkan mampu mencegah desain penataan berubah jadi proyek yang indah di kertas tapi berantakan di kenyataan.


Halaman:

Editor: Bhegin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Terkini

X