- Mengembangkan proyek tambang bawah tanah di Palu.
- Mendanai pengeboran lebih lanjut di Gorontalo.
- Mendukung pengembangan tambang emas di Aceh (LMR) dan Banten (SHS) .
Perusahaan juga tidak menutup mata terhadap opsi pendanaan lain. Penerbitan obligasi atau rights issue tetap menjadi peluang, terutama jika muncul rencana akuisisi baru yang dinilai dapat memberikan kontribusi positif terhadap Laba, EBITDA, dan Penjualan perusahaan .
Masa Depan Berkilau: Diversifikasi dengan Seng Kelas Dunia
Di balik narasi emas yang berkilau, BRMS sesungguhnya menyimpan satu aset strategis lainnya yang tak kalah berharga: proyek seng dan timah hitam di Dairi Prima Mineral (DPM) .
Proyek ini bukanlah proyek tambang biasa. Kadar seng rata-ratanya yang di atas 10% menempatkannya pada peringkat ketiga tertinggi di dunia . Hal ini tidak hanya memberikan diversifikasi aliran pendapatan di masa depan tetapi juga memposisikan BRMS sebagai pemain signifikan dalam industri logam dasar global.
Dengan kombinasi antara lonjakan produksi emas yang telah di depan mata dan potensi jangka panjang dari logam industri berkualitas dunia, perjalanan BRMS dalam tiga tahun ke depan layak untuk diikuti. Apakah perusahaan ini akan berhasil mengubah sumber daya di bawah tanah menjadi nilai bagi pemegang saham dan perekonomian Indonesia? Hanya waktu yang akan membuktikan. (**)