Kamis, 4 Juni 2026

"Perang" 500 Meter Kubik Sampah di Ciwastra: Truk-truk Kewalahan Melawan Gunung Limbah

Photo Author
Admin Locus, Locusonline.co
- Senin, 24 November 2025 | 06:25 WIB


TPS Ciwastra Kolaps: Sampah Membukit, Kuota Pengangkutan Kewalahan





[locusonline.co, BANDUNG] Sebuah krisis sampah dalam skala mini terjadi di TPS Pasar Ciwastra, Bandung. Gunungan sampah setinggi 500 meter kubik—volume yang setara dengan kira-kira 25 truk tronton—membuat tempat pembuangan sementara itu kolaps dan over kapasitas.





Kepala Zona Kordoba, Ade Saepudin, mengonfirmasi kondisi darurat ini di lokasi, Jumat (21/11/2025). “Kawasan tersebut ini over kapasitas, bisa sampai 500 meter kubik. Sampah yang masuk ke TPS lebih banyak dari yang keluar karena adanya kuota pengangkutan,” jelas Ade, menyoroti akar masalahnya: ketidakseimbangan antara sampah yang masuk dan yang bisa diangkut.





Pantauan lapangan menunjukkan hanya 4 armada truk tronton yang bertugas melahap gunungan sampah tersebut. Dengan kapasitas angkut 25–28 meter kubik per truk, matematika sederhana ini menjelaskan mengapa proses pembersihan harus dilakukan secara bertahap dan memakan waktu lama.





? Tabel: Anatomi Krisis Sampah Ciwastra dalam Angka





Aspek KrisisData & VolumeKontekstual & Dampak
Volume Sampah Menumpuk500 meter kubikSetara dengan memenuhi 20 truk tronton penuh.
Armada Pengangkut Aktif4 truk trontonJumlah terbatas untuk menanggapi volume besar.
Kapasitas Angkut per Truk25–28 m³ sekali jalanMembutuhkan lebih dari 18 rit untuk membersihkan total.
Inti MasalahSampah masuk > Sampah keluarSistem kewalahan oleh volume harian yang tinggi.




Dilema Kuota vs Konsumsi: Sebuah Lingkaran Setan Sampah





-




Krisis di Ciwastra adalah potret nyata dari dilema pengelolaan sampah perkotaan. Di satu sisi, ada kuota pengangkutan yang terbatas, ditentukan oleh kapasitas TPA Sarimukti yang juga sudah sesak. Di sisi lain, konsumsi dan produksi sampah masyarakat terus mengalir deras tanpa jeda.





“Kalau semuanya langsung dibuang begitu saja, pemerintah kota akan tetap kewalahan. Kita harus ubah cara kelola sampah mulai dari rumah,” seru Ade, menekankan bahwa solusi jangka panjang tidak terletak pada menambah truk, tetapi pada mengurang aliran sampah dari sumbernya.





Seruan Kepada Warga: Dari Penonton Menjadi Pahlawan Penyelamat





Ade Saepudin tidak hanya menyampaikan laporan, tetapi juga meluncurkan seruan mendesak kepada seluruh warga Bandung. “Kami mohon bantuan masyarakat. Jangan hanya mengandalkan pemerintah kota. Pengelolaan sampah harus dimulai dari rumah tangga, dari RT dan RW,” pintanya.





Ajakan ini dilengkapi dengan panduan praktis: “Pilah sampah yang masih bisa dimanfaatkan atau dijual. Sisanya baru dibuang sebagai residu ke TPS.” Strategi sederhana ini, jika dilakukan secara massal, bisa meringankan beban TPS secara signifikan.


Halaman:

Editor: Admin Locus

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X