Memimpin CIMB Niaga dan Pencapaian Gemilang
Setelah dua dekade mengabdi di Citi, Tigor mengambil tantangan baru sebagai Presiden Direktur dan CEO PT Bank CIMB Niaga Tbk dari tahun 2015 hingga 2021 . Di bawah kepemimpinannya, CIMB Niaga mengukuhkan posisinya sebagai salah satu bank terkemuka di Indonesia dengan kinerja yang solid.
Titik Balik: Beralih ke Perbankan Digital
Meskipun telah mapan di perbankan konvensional, Tigor justru memilih untuk meninggalkan zona nyaman pada 2021. Ia memutuskan untuk mengambil peran sebagai Presiden Direktur Superbank, sebuah tantangan yang sama sekali berbeda .
"Saya telah mengelola dan menjalankan sejumlah bank dalam karier saya, tetapi saya belum pernah membangun satu dari awal," ujarnya mengenai pengalaman barunya ini.
Filosofi dan Visi Kepemimpinan
Dalam perjalanan kariernya, Tigor memegang prinsip-prinsip fundamental:
- Percaya pada pembelajaran terus-menerus: "Saya belajar banyak sekali sejak join di Superbank ini," katanya
- Perhitungan risiko yang matang: "Banking is about risk taking, bukan avoiding," tegasnya
- Tetap positif menghadapi tantangan: "Hidup itu up and down… penting untuk tetap positif menyelesaikan masalah"
Misi Sosial Superbank: Melayani Kaum Underbanked
Motivasi terbesar Tigor bergabung dengan Superbank adalah misi sosial dan finansial yang diusungnya. Ia melihat peluang besar dalam melayani segmen masyarakat yang selama ini terabaikan oleh perbankan konvensional .
"The bottom of the pyramid is very important to us because the more opportunity you give them, the multiplier for the country is bigger," paparnya.
Ia menyoroti fakta bahwa rasio kredit terhadap PDB Indonesia masih berada di kisaran 40%, salah satu yang terendah di Asia, sementara di negara lain bisa lebih dari 100% . Di balik angka ini, terdapat lebih dari 60 juta usaha mikro yang kesulitan mengakses layanan keuangan formal.
Jejaring Organisasi dan Pengabdian Industri
Di luar karier profesional, Tigor aktif dalam berbagai organisasi yang membentuk ekosistem keuangan Indonesia: