Kamis, 4 Juni 2026

Viral di Medsos, tapi Absen di Meja Makan: Peringatan Hari Ayah yang Menampar Para 'Ayah Digital'

Photo Author
Admin Locus, Locusonline.co
- Rabu, 26 November 2025 | 09:02 WIB



Pengakuan ini mengungkap sebuah realitas tersembunyi dalam banyak keluarga: betapa seringnya figur ayah secara tidak sadar “diwakili” oleh ibu dalam keseharian anak-anak.





Ayah di Kota Digital: Antara Klaim dan Realita





Bandung, yang dikenal sebagai kota kreatif dan digital, mendapat tamparan halus dari walikotanya sendiri. Farhan mengingatkan bahwa pembangunan digital tidak boleh mengikis fondasi kemanusiaan yang paling dasar, yaitu keluarga.





“Kita ingin Bandung unggul dalam teknologi, tapi juga unggul dalam nilai kemanusiaan. Fondasi utamanya tetap keluarga yang harmonis,” tegasnya.





Ia pun menggambarkan sebuah kontras yang tajam antara kemajuan teknologi dan nilai-nilai sederhana keluarga. “Kehadiran ayah memimpin salat, mendampingi makan bersama di meja makan sederhana, jauh lebih bermakna daripada sekadar video call.”





Pernyataan ini seperti menyoroti paradoks zaman now: di saat kita terhubung secara global, kita justru rentan terputus dari orang-orang terdekat di rumah.





Mendengarkan: Seni Terlupa Seorang Ayah





-




Ketua DPRD Kota Bandung, Asep Mulyadi, yang hadir dalam kesempatan yang sama, membagikan refleksi personalnya sebagai seorang ayah. Ia mengakui bahwa untuk menjadi ayah yang baik di era “kids zaman now”, seorang ayah harus mau merendahkan hati dan belajar mendengar.





“Ayah bukan hanya pencari nafkah. Ayah harus menjadi pelindung, pengaman, pendengar yang baik bagi istri dan anak-anak,” ucap Asep. “Bahkan untuk urusan makan atau memilih baju, saya sering bertanya kepada anak. Ayah itu harus mau mendengar.”





Pernyataan sederhana ini menyiratkan sebuah revolusi peran: dari ayah sebagai otoritas mutlak menjadi ayah sebagai partner dialog.

Halaman:

Editor: Admin Locus

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X