Kamis, 4 Juni 2026

Selamat Datang di 112, Silakan Hubungi. Prank Call Kami Tunggu untuk Dibegal

Photo Author
Admin Locus, Locusonline.co
- Sabtu, 29 November 2025 | 13:07 WIB


[locusonline.co, BANDUNG] - Di lantai tertentu Balai Kota Bandung, saat kota ini tertidur lelap, sebuah ruangan justru tak pernah sepi. Suara telepon berdering, ketikan keyboard, dan percakapan singkat dan tegas menjadi soundtrack yang tak terputus. Ini bukan ruang perdagangan saham atau pusat krisis nasional. Ini adalah Bandung Command Center 112, di mana para Agen Bandung Siaga 112 berjaga—24 jam nonstop, 7 hari seminggu, termasuk saat seluruh kota larut dalam euphoria hari raya.





Mereka adalah suara pertama yang akan Anda dengar di kala panik. Suara yang harus tetap tenang ketika sang penelpon mungkin sedang berteriak histeris. "Bandung Siaga 112, kejadian darurat apa yang dilaporkan?" Kalimat itu diucapkan ribuan kali, menjadi mantra pembuka bagi setiap drama kemanusiaan yang masuk.





Ritual Para Penjaga Malam





Layar komputer berjejer memantau ratusan CCTV, peta digital, dan data masuk. Ruang ini dibagi menjadi tiga shift yang berputar tanpa henti: pagi (06.00-14.00 WIB), siang (14.00-22.00 WIB), dan malam (22.00-06.00 WIB). Sebuah siklus yang mengubah jam biologis dan kehidupan domestik.





CLP, seorang agen dengan hampir satu dekade pengabdian, telah menjadikan disiplin tinggi sebagai ritual harian. Jika mendapat shift pagi, semua kewajiban domestiknya—menyiapkan sarapan anak, membereskan rumah—harus tuntas sebelum pukul 05.00 WIB. "Telat satu menit saja, fatal. Soalnya, kasihan mereka yang sudah jaga piket shift malam," ujarnya. Delapan tahun menjalani rutinitas ini, ia mengakui rasa jenuh adalah tantangan konstan. Namun, di ruangan itu, jenuh adalah kemewahan yang tak terjangkau.





Berbeda dengan CLP, GS lebih sering berjibaku dengan shift malam. Tantangannya klasik: melawan kantuk dan rindu pada keluarga yang ditinggal tidur. Bahkan di hari raya sekalipun, jadwal tak kenal kompromi. "Hari Idulfitri kami tetap berjaga. Katakanlah di hari raya, kami kebagian jaga siang. Maka pagi-pagi salat id, pukul 12 siang harus sudah pergi ke kantor," ceritanya. Perjalanan 90 menit dari rumahnya adalah waktu transisi dari suasana sukacita keluarga ke kesigapan menangani darurat.





Drama Kemanusiaan dan “Ghost Call” di Ujung Telepon


Halaman:

Editor: Admin Locus

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X