Kinerja Akomodasi: Sinar Terang di Purwakarta dan Bandung
Indikator kesehatan sektor akomodasi, Tingkat Penghunian Kamar (TPK), menunjukkan hasil beragam. Secara gabungan (hotel bintang dan non-bintang), TPK Jawa Barat pada Oktober 2025 mencapai 38,90%, naik 2,57 poin dari bulan sebelumnya.
Pencapaian tertinggi justru datang dari Kabupaten Purwakarta, yang berhasil mencatatkan TPK fantastis sebesar 65,44% untuk hotel berbintang, kemungkinan didukung oleh kedekatannya dengan kompleks industri dan kawasan TOD (Transit Oriented Development) Kereta Cepat. Sementara untuk hotel non-bintang, Kota Bandung memimpin dengan TPK 39,26%, mencerminkan tingginya permintaan akomodasi hemat di ibu kota provinsi.
Implikasi dan Proyeksi Ke Depan
Lonjakan signifikan wisatawan nusantara menjadi pondasi kuat bagi perekonomian daerah. Namun, ketergantungan pada beberapa daerah tujuan utama dan fluktuasi kunjungan wisman perlu diantisipasi dengan strategi pemasaran yang lebih terdiferensiasi dan berkelanjutan.
Peningkatan TPK, meski belum optimal, memberikan sinyal positif bagi pelaku usaha akomodasi. Kombinasi antara daya tarik destinasi unggulan, dukungan infrastruktur modern seperti Whoosh, dan kinerja akomodasi yang terus dipacu, diharapkan dapat mengerek pertumbuhan pariwisata Jawa Barat ke level yang lebih tinggi dan inklusif pada kuartal-kuartal mendatang. (**)