“Roda empat tidak bisa lewat sama sekali,” tegasnya.
Hingga laporan ini diturunkan, tidak ditemukan korban jiwa. Kerusakan infrastruktur masih menjadi PR besar: jalan ambles, jembatan rusak, dan akses vital masyarakat lumpuh sementara.
Musim hujan datang, bencana datang, pemulihan datang tapi pencegahan masih entah datang dari arah mana. Pemerintah sigap saat material sudah menimbun jalan, tapi saat hutan gundul dibiarkan bertahun-tahun, siapa yang sigap?
Kalau setiap curah hujan ekstrem berubah jadi bencana tahunan, jangan-jangan yang ekstrem bukan cuacanya, tapi ketidaksiapan tata kelolanya.
Butuh langkah lebih dari sekadar alat berat:
- rehabilitasi hutan,
- penataan ruang kembali,
- pembatasan alih fungsi lahan,
- dan pengawasan tanpa “tutup mata musim kemarau”.
Karena hujan bukan musuh, yang musuh itu kelalaian yang diulang-ulang.*****